Fitnah UEA di Twitter, Warga Kuwait Dihukum 5 Tahun Penjara

0 Komentar

FAJAR.CO.ID  —  Sunday Writer and Activist, Abdullah Al-Saleh, divonis lima tahun penjara oleh pengadilan pidana Kuwait atas tuduhan memfitnah Uni Emirat Arab (UEA) di Twitter.

Pengguna Twitter Kuwait, yang tinggal di London dan setia kepada Qatar, dikenal karena serangannya terhadap Arab Saudi, UEA dan Bahrain, yang telah memutuskan hubungan dengan Doha sejak 5 Juni, karena dukungannya terhadap terorisme.

Al-Saleh juga dijatuhi hukuman dalam kasus lain dengan total 31 tahun penjara. Bulan lalu, pengadilan pidana yang sama di Kuwait memvonisnya lima tahun penjara karena memfitnah Arab Saudi.

Dalam kalimat terakhirnya, pengadilan Kuwait memutuskan bahwa Al-Saleh telah menghina UEA melalui sebuah tweet di akunnya. Begitu hukuman dikeluarkan pada hari Minggu, Al-Saleh men-tweeted bahwa keputusan baru tidak akan menyakitinya. “Bahkan jika hukumannya 100 tahun, karena saya berada di London,” katanya. (Asharq Al-Awsat/amr/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...