Kisah Bocah Argentina Diculik Ayahnya, Jalan Kaki ke Toraja karena Kehabisan Ongkos

0 Komentar

FAJAR.CO.ID  —  Empat hari menginap gratis di Sallebayu Restaurant and Bungalow, Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, bocah asal Argentina bernama Alum Avalos (7) akhirnya dijemput polisi pada Selasa (6/2/2018).

Alum diduga korban penculikan yang dilakukan sang ayah, Jorge Gabriel Langone (42), bersama pasangan barunya, Guttere Candela Soledad (33).

Setelah menempuh jarak sangat jauh dari Argentina, Alum bersama dua bule dewasa itu kehabisan uang di tengah jalan. Ketiganya mengaku berjalan kaki dari Makasar ke Toraja selama delapan hari. Berdasarkan data google maps, jarak Makassar ke Salebayyu Restaurant and Bungalow mencapai 244 kilometer.

Mereka menginap gratis di Sallebayu Restaurant and Bungalow atas rasa iba Bunga Rachel, pemilik penginapan.

Ketiganya berangkat dari Argentina sejak Juni lalu, kemudian masuk ke Bolivia, Brasil, berlanjut ke Malaysia.

Dari Negeri Jiran, mereka mengambil jalur laut, sampai ke Batam, Indonesia. Dari Batam, mereka melanjutkan perjalanan ke Jakarta hingga tiba di Makassar.

Sebelumnya, Alum dilaporkan hilang berbulan-bulan dan dicari Interpol setelah ibu kandungnya melapor.

Atas dasar permintaan NCB Interpol dan Kedutaan Besar Argentina (Red Notice/ Yellow Notice) terkait permintaan bantuan pencarian anak, korban ditemukan di Toraja.

“Awal mula ini adalah laporan dari NCB bahwa ada seorang anak yang diculik oleh bapaknya. Setelah itu diinformasikan bahwa korban bersama pelaku berada di wilayah hukum Polda Sulsel, tepatnya di Toraja,” papar Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Mas Guntur Laupe, saat konferensi pers di Polda Sulsel, Makassar, Rabu (7/2/2018).

Konferensi pers penculikan anak asal Argentina di Mapolda Sulsel, Makassar, Rabu (7/2/2018).(FOTO: Syamsul Alam/FAJAR.co.id)

Diketahui, sebelumnya orang tua korban bercerai, dan penculikan yang diduga dilakukan oleh ayah kandung korban sejak 4 Juni 2017 di Argentina.

“Di mana korban diculik saat berada di sekolahnya dan para pelaku membawa korban keluar dari Argentina melalui Jalur Argentina-Bolivia-BrasiI-Malaysia hingga masuk ke Indonesia melalui jalur Batam-Jakarta-Makassar-Tana Toraja,” tambah Guntur.

Dari Kabuaten Tana Toraja, korban bersama pelaku kemudian dibawa ke Makassar untuk penanganan Iebih lanjut. Kemudian, Penyidik Ditreskrimum Polda Sulsel menyerahkan para pelaku ke Petugas lmigrasi Kelas I Makassar guna proses Iebih lanjut, karena diduga telah melakukan pelanggaran hukum di mana pelaku masuk ke wilayah negara Indonesia secara ilegal.

“Sedangkan korban akan diserahkan ke Sekertariat NCB Interpol Indonesia untuk selanjutnya diserahkan ke Kedutaan Besar Argentina,”jelas Guntur. (fkt-ans-sul/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...