Mentan Targetkan Serap Gabah 4 Juta Ton Hingga Juni 2018

Rabu, 7 Februari 2018 - 16:37 WIB

FAJAR.CO.ID, SEMARANG — Dalam Rapat Kordinasi Serap Gabah Petani (SERGAP) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa target kita saat ini adalah mengisi gudang Bulog dengan cara menyerap gabah petani sebesar 4,4 juta ton setara dengan 2,2 juta ton beras sampai dengan Juni 2018. Dulu kita serap 1 juta ton, sekarang naik 100 %.
“Intinya kita akan isi gudang Bulog, kalau harga gabah petani dibawah Rp. 4.000 maka akan langsung kita beli,” jelas Mentan

Rapat Koordinasi (Rakor) tersebut diadakan untuk membentuk tim khusus “sergap” dalam rangka percepatan penyerapan gabah petani di masa panen raya yang menyebabkan turunnya harga gabah di beberapa daerah di Indonesia. “Kita melakukan ini untuk membantu petani, jangan biarkan petani rugi dibawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP),” tegas Mentan

Untuk mengatasi penurunan harga ini Kementerian Pertanian telah menyiapkan skema perjanjian dan regulasi pembelian gabah petani yang telah disetujui di Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas). Perjanjian tersebut juga bersinergi dengan Kementerian dan Lembaga lain diantaranya; Kementerian Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian BUMN, Bulog, Bank BRI, TNI dan KTNA.

Skema pembelian gabah petani tersebut akan diterapkan di 8 Provinsi di Indonesia antara lain, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Jogjakarta, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan dan Lampung. Adapun pemilihan povinsi tersebut adalah karena merupakan daerah lumbung pangan sehingga produksi lebih besar, lalu sedang memasuki panen raya dan musim hujan.

Ada beberapa skema pembelian yang telah disepakati bersama. Skema yang pertama adalah pemerintah akan membeli gabah diluar kualitas kadar air 30 persen, skema kedua gabah akan dibeli sesuai HPP, skema ketiga adalah fleksibilitas dimana pemerintah akan membeli dengan harga 10% di atas HPP dan yang terakhir adalah skema pembelian komersil.

“Skema perjanjian tersebut telah dilakukan hari ini, kami langsung mulai membeli di Kab. Sukabumi pagi tadi. Harganya Rp. 3.800 turun 33 persen dari HPP, total yang dibeli sebesar 200rb ton, “ kata Mentan

Lebih lanjut dalam Rakor tersebut Dirjen Tanaman Pangan, Kementan, Sumarjo Gatot Irianto menjelaskan mekanisme pembelian gabah petani adalah semua gabah yang berada di bawah Rp.4.000 akan langsung dibeli. Kemudian untuk pendanaan akan disiapkan oleh Bank BRI, pendampingan akan dilakukan oleh TNI sedangkan yang menerima gabah adalah BULOG.

“ Jika ada panen maka akan dipanen menggunakan combine harvester, dikeringkan dengan dryer dan penggilingan padi yg bagus sehingga kualitas tetap baik dan Bulog akan mudah menerima, “ jelas Gatot.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *