Menteri Perdagangan Incar Ekspor Manufaktur hingga Otomotif

FAJAR.CO.ID  --  Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, memasang target pertumbuhan ekspor sebesar 11 persen tahun ini. Ekspor Indonesia tumbuh 16,2 persen dari target 5,6 persen sepanjang 2017.

Enggar melanjutkan, ekspor Indonesia masih mengandalkan komoditas batu bara dan kelapa sawit. Namun ke depan akan merambah ke berbagai bidang,s eperti manufaktur hingga otomotif.

Mengenai impor khusus beras, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Bulog. Impor beras hanya akan dilakukan untuk menjaga stabilitas stok secara nasional. Sementara impor jagung hanya untuk pakan ternak. Namun sejak 2017, Kemendag tidak sekalipun menerbitkan izin impor jagung pakan ternak.

"Sebonggol jagung untuk pakan ternak pun kami tidak memberikan izin," tutur Enggar pada pertemuan ke-21 The Trade Negotiating Committee (TNC) and Related Meetings of The Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Selasa (6/2/2018).

Terkait pertemuan tersebut, Enggar berharap mampu mendongkrak pertumbuhan ekspor Indonesia, terutama dengan negara-negara yang belum ada perjanjian di segala komoditas.

"Perjanjian yang hampir menyangkut setengah penduduk dunia ini, kami harapkan ada perkembangan yang lebih maju dari tahun kemarin. Dari semula agak sulit memadukan berbagai kepentingan terutama dengan negara-negara yang belum pernah ada perjanjian sebelumnya, antara satu negara dengan negara lain," kata Enggar.

Pertemuan berlangsung pada 2-9 Februari mendatang. Pesertanya adalah 10 negara ASEAN ditambah enam negara lain, yakni, Tiongkok, Jepang, Korea Utara, India, Australia, dan Selandia Baru. Indonesia selaku ketua panitianya memiliki tanggung jawab menjembatani kepentingan 16 negara peserta tersebut. (fajar/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...