PNS, Istri atau Suami Boleh Ikut Kampanye

FAJAR.CO.ID, BONTANG – Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan istri atau suami dari calon kepala daerah yang ikut bertarung pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2018 ini diperbolehkan untuk mengikuti kampanye. Tetapi, mereka harus mengajukan cuti dan dengan berbagai aturan lainnya seperti tidak menggunakan atribut ASN.

Aturan itu diperbolehkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abnan Abrur yang tertuang dalam Surat Edaran Menpan-RB nomor B/36/M.SM.00.00/2018 tertanggal 2 Februari 2018.  “Benar aturannya baru keluar tanggal 2 Februari, dan kami baru terima kemarin (Minggu 4/2 lalu),” jelas ketua Panwaslu Bontang, Agus Susanto, Senin (5/2) kemarin.

Dalam surat edaran tersebut, dijelaskan Agus bahwa pada pelaksanaan Pilkada serentak 2018, pemilihan legislatif tahun 2019, dan pemilihan presiden tahun 2019 dimungkinkan dalam pelaksanaannya terdapat suami atau istri berstatus sebagai ASN yang akan mendampingi calon kepala daerah/wakil kepala daerah, calon legislatif, dan calon presiden/wakil presiden.

Maka dari itu, bagi ASN yang suami atau istrinya menjadi calon kepala daerah, calon anggota legislatif, dan calon presiden/wakil presiden dapat mendampingi suami atau istrinya selama tahapan penyelenggara Pilkada serentak 2018, Pileg 2019, dan Pilpres 2019. “Baik itu mendampingi saat pendaftaran di KPU maupun pada saat pengenalan kepada pers atau masyarakat,” ujarnya

Selain itu, lanjut dia, bisa menghadiri kegiatan kampanye yang dilakukan suami atau istrinya. Namun perlu digarisbawahi bahwa ASN tersebut tidak boleh terlibat secara aktif dalam pelaksanaan kampanye tersebut dan tidak menggunakan atribut instansinya, atribut partai politik, atau atribut calon kepada daerah/wakil kepala daerah.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi M1


Comment

Loading...