Sudah 185 Juta Kartu SIM Terdaftar, Ingat Batas Registrasi Sampai Akhir Februari

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Ahmad M Ramli, mengatakan, hingga tanggal 4 Februari tercatat ada sekitar 185 juta konsumen kartu seluler prabayar (SIM) yang mendaftar ulang nomornya ke operator masing-masing. Pertambahan rata-rata per hari mencapai 1,5 juta pelanggan.

“Perkembangan tersebut menunjukkan program registrasi ulang kartu seluler prabayar selama ini tanpa kendala,” jelas Ramli dalam keterangan pers yang diterima JawaPos.com, Rabu (7/2/2018).

“Kami juga bekerja sama dengan semua operator melakukan sms blast sehingga sosialisasi merata. Dengan begitu, yang belum mendaftarkan ulang akan menerima sms pengingat dari operatornya masing-masing,” sambungnya.

Guna merealisasikan tercapainya target program itu, lanjut Ramli, pihaknya kerap melakukan sosialisasi melalui penyuluhan langsung, penyebaran berita ke media, dan kampanye di media sosial.

Kemenkominfo menegaskan bahwa akan memblokir nomor yang belum melakukan registrasi hingga batas akhir pada tanggal 28 Februari 2018. Pemblokiran ini akan dilakukan secara bertahap selama dua bulan, yakni hingga 28 April 2018.

Pada tahap awal, jika hingga 28 Februari 2018 pelanggan belum melakukan registrasi, pemerintah masih memberikan masa tenggang selama 30 hari. Selama masa tenggang itu, apabila pelanggan belum juga melakukan pendaftaran, pertama-tama pemerintah akan memblokir layanan panggilan keluar (outgoing call) dan SMS.

Setelah itu, apabila 15 hari setelahnya pelanggan juga masih belum mendaftar, layanan kedua yang akan diblokir adalah panggilan masuk (incoming call) dan SMS. Nantinya, hanya paket internet yang akan aktif selama 15 hari. (ce1/ryn/JPC)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...