Pelaku Bom Mematikan di Somalia Divonis Mati

0 Komentar

FAJAR.CO.ID  —  Pengadilan militer di Somalia memvonis mati seorang pria sehubungan dengan pemboman bulan Oktober di ibu kota yang menewaskan lebih dari 500 orang. Vonis dibacakan pada Selasa waktu setempat.

Bom truk dalam insiden itu adalah ledakan paling kuat yang pernah disaksikan di Mogadishu dan serangan tunggal paling mematikan di negara Tanduk Afrika.

Kepala pengadilan militer, Jenderal Hassan Ali Shute, mengatakan bahwa Hassan Aden Isak dinyatakan bersalah mengkoordinasikan pemboman tersebut. Pria lain, Abdullahi Ibrahim, juga dihukum karena menjadi anggota kelompok ekstremis al-Shabab dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Selain itu, Abdiweli Ahmed Diriye dihukum karena membiarkan truk tersebut melewati titik pemeriksaan keamanan yang tidak disangka dan menerima tiga tahun penjara. Pengadilan juga memerintahkan pembebasan Mukhtar Mohamud Hassan dan Abdul Abdi Warsame, yang dibebaskan dari tuntutan mereka.

Tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, pemerintah Somalia telah menyalahkan Al-Shabab yang terkait al-Qaida dalam pemboman di jalan yang padat itu. Pejabat keamanan mengatakan bom tersebut beratnya sekitar 1.300 pound (589 kilogram) dan 1.700 poundsterling. Itu indikasi bahwa kemampuan pembuat bom kelompok ekstremis tersebut telah berkembang.

Serangan tersebut mengejutkan warga Somalia, dengan beberapa orang menyebutnya “9/11.” Hanya beberapa serangan sejak 9/11 yang membunuh lebih banyak orang. Ribuan warga Mogadishu kemudian bergerak menentang kelompok ekstremis tersebut, sementara presiden mengumumkan sebuah serangan militer baru. (Washington Post/amr/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...