Soal Ancaman Kepada Keluarga, KPK Sebut Tudingan Fredrich Keliru

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah membantah semua tuduhan miring yang dilontarkan tersangka Fredrich Yunadi usai menjalani perkara dugaan merintangi penyidikan yang melilitnya di PN Tipikor Jakarta hari ini. Febri menegaskan, semua yang dikatakan Fredrich tidak benar, sebab setiap menjalankan tugasnya, pegawai KPK tunduk pada undang-undang.

“Untuk ancaman pada keluarga, kami pastikan itu keliru. KPK tidak punya kepentingan dan memang tidak akan melakukan hal-hal seperti itu,” tegas Febri kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/2).

Menurut Febri, jika yang dimaksud Fredrich mengancam karena pihak KPK mendatangi rumahnya pada saat pelimpahan berkas dari penyidik ke penuntut umum, justru itu dilakukan untuk pemenuhan hak-hak mantan pengacara Novanto tersebut dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

“Bahwa Fredrich atau pihak keluarga menolak tandatangani berita acara penahanan misalnya, kami tidak perlu lakukan paksaan, karena solusi hukumnya cukup dengan membuat berita acara penolakan,” jelas Febri.

Sebagai bukti bahwa pekerjaan yang dilakukan telah sesuai koridor hukum, pihak KPK pun katanya mempunyai bukti rekaman video pada saat mengunjungi keluarga Fredrich. Nantinya, jika dibutuhkan, maka pihak JPU KPK akan memutarnya di persidangan.

“KPK merekam seluruh peristiwa tersebut. Jika nanti Hakim memerintahkan, maka dapat kita sampaikan di sidang,” tandasnya.

Sementara itu terkait tudingan Fredrich yang mengatakan KPK memaksa Novanto untuk mencabut kuasa dinya agar tak menjadi penasihat hukum mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut saat menjalani proses di penyidikan, sarjana hukum jebolan Universitas Gajah Mada ini membantah mengenai adanya tudingan miring tersebut.

“Tentang pencabutan kuasa, saya kira itu hubungan antara pemberi dan penerima kuasa. Jadi itu urusan Setya Novanto kalau memang ingin memperpanjang atau memutus kuasa untuk pengacara. Siapapun yang ditunjuk itu juga hak tersangka/terdakwa,” tutupnya. (Fajar/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...