Tidak Tepat Jika Gaji PNS Dipotong untuk Zakat

Kamis, 8 Februari 2018 20:18

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kebijakan Kementerian Agama terkait pemotongan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar 2,5 persen untuk zakat, dinilai tidak tepat sasaran. Ketua Pengusaha Indonesia Muda Sam Aliano mengatakan, kebijakan tersebut lebih cocok dibebankan ke pengusaha berpenghasilah tinggi.”Saran saya daripada potong 2,5 persen uang zakat dari PNS yang gaji dengan terbatas, sebaiknya dari pengusaha yang penghasilannya tingi. Saya sebagai pengusaha, siap dipotong 2,5 persen oleh pemerintah,” ujar Sam, Kamis, (8/2).Meski demikian, Sam tidak ingin memberikan penghasilannya sebanyak 2,5 persen secara cuma-cuma. Potongan tersebut harus ada transparansi dari pihak pemerintah.”Dengan syarat, pemerintah harus jelaskan uang itu akan dikemanakan?” tuturnya.Sam tidak ingin nantinya, uang hasil potongan tersebut justru jadi lahan korupsi baru bagi oknum yang tidak bertanggungjawab.Ia mencontohkan kasus dugaan korupsi yang merugikan negara hingga Rp 35 triliun. Dalam hal ini, dugaan korupsi yang melibatkan mantan pemilik perusahaan Dalam hal ini, dugaan korupsi yang melibatkan mantan pemilik PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Bagikan berita ini:
1
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar