Jelang Pilkada, Ketua DPR Minta Wartawan Jadi Pencerah Buat Masyarakat

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Perkembangan media di era modern ini makin tak terbendung. Banyak sekali media-media bermunculan meramaikan publik, terutama media berbasis internet.

Munculnya media-media berbasis internet itu makin diperkeruh oleh media sosial yang kian membuat gaduh di tengah-tengah masyarakat. Banyak informasi hoax alias tak valid berseliwerang membuat masyarakat terpecah belah.

Kondisi ini membuat pekerja pers (wartawan-red) mampu menempatkan posisinya sebagai penengah atau menjadi pencerah bagi masyarakat.

"komunitas wartawan tentunya harus juga beradaptasi dengan tantangan zaman yang dihadapi bangsa dan masyarakatnya," kata Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat menghadiri Hari Pers Nasional (HPN) di Padang, Jumat (9/2).

Tak sampai disitu, kata lelaki yang biasa disapa Bamsoet ini, wartawan harus membaca kondisi bangsa saat ini, dimana masyarakat mulai dipetak-petakan oleh kepentingan segelintir orang dalam mensukseskan kepentingan mereka di Pilkada atau Pemilu 2019 nanti.

"Negara, dewasa ini menghadapi persoalan yang cukup pelik. Salah satunya adalah terkotak-kotaknya masyarakat akibat perbedaan pilihan politik dan beda keyakinan," ucap Bamsoet.

Dikatakannya, menuju agenda pesta demokrasi pada Juni 2018 nanti, wartawan harus lihai dalam memberikan informasi kepada publik, dan mampu mematahkan isu-isu berbauh SARA (Suku, Agama, Ras dan ntargolongan), yang bisa merusak kehidupan masyarakat Indonesia.

"Menuju agenda Pilkada serentak pada Juni 2018 ini, muncul lagi kekhawatiran bersama tentang kemungkinan digunakannya isu bernuansa SARA untuk mendiskreditkan lawan politik. Itulah tantangan yang sedang dihadapi bangsa ini," jelasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : RBA


Comment

Loading...