Rencana Potong Gaji ASN untuk Zakat, SYL Pikir-pikir, Danny Langsung Oke

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR--Wacana kebijakan peraturan presiden tentang pembayaran zakat profesi Aparat Sipil Negara (ASN) ditanggapi berbeda Pemerintah Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan kabupaten/kota.

Seperti Pemprov Sulsel masih akan mencoba mengkaji sebelum mengambil sikap. Namun, hal berbeda dengan Pemkot Makassar yang menyambut baik wacana tersebut.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya belum melihat aturannya secara jelas sehingga dirinya tidak berani berkomentar jauh. Namun lanjut dia, menetapkan kebijakan seperti yang diwacanakan presiden tidak mudah karena bersifat massif.

“Saya belum lihat aturannya, saya tidak berani berkomentar karena jangan sampai itu baru saja wacana, tentu tidak semudah itu menetapkan suatu aturan yang sangat massif begitu. ” ungkap Syahrul, Kamis (8/2) kemarin.

Syahrul melanjutkan, selama ini Pemprov Sulsel menganut aturan tak boleh melakukan pemotongan gaji para ASN. “Sementara paradigma itu masih kita pegang,” ungkapnya.

Namun, lanjut dia, tentu sebagai orang muslim, membayar zakat itu hukumnya wajib. Jika akan diterapkan secara massif pada ASN, harus dilakukan pelan-pelan. “Mungkin itu bagian untuk menyadarkan kita pentingnya zakat,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyambut hangat wacana tersebut karena jauh sebelumnya pemerintah Kota Makassar telah melakukan program serupa melalui gerakan zakat bersama.

“Kita sudah punya surat edaran untuk itu, zakat itu setiap saat dan infaq juga kita jalankan, kita juga punya gerakan zakat bersama, tapi itu belum sampai pada potong gaji, namun sukarela,” kata Danny, Kamis (8/2) kemarin.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : irwan kahir


Comment

Loading...