Sepanjang 2017, Ada Empat Travel Umroh Bermasalah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Iming-iming paket umroh murah banyak menjadi jebakan bagi masyarakat. Tidak sedikit calon jamaah yang nasibnya masih terkatung-katung menanti waktu keberangkatan. Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) menerima pengaduan adanya empat biro travel umroh yang bermasalah sepanjang 2017.

Keempat operator travel umroh itu adalah PT Persada Indonesia di Surabaya, PT First Anugerah Perkasa atau First Travel di Jakarta, PT Utsmaniyah Hannien Tour di Surabaya, dan PT Solisi Balad Lumampah di Bandung.

“Mereka tidak memberangkatkan sesuai tanggal yang dijanjikan kepada pelanggan. Seharusnya pelanggan sudah berangkat tahun lalu. Tapi sampai saat ini masih belum,” jelas Ketua YLPK Jatim M. Said Sutomo pada acara pendirian Posko Pengaduan Korban Travel Haji dan Umroh di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur (Jatim), Surabaya, Jumat (9/2).

Hal tersebut sudah melanggar Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Total konsumen yang melapor ke YLPK ada 991 orang. Rinciannya, seorang mengadukan PT Persada Indonesia, 893 orang mengadukan PT First Anugerah Perkasa, seorang mengadukan PT Utsmaniyah Hannien Tour, dan 16 orang mengadukan PT Solusi Balad Lumampah.

Selain menerima laporan empat operator umroh, YLPK juga mendapat temuan satu operator bermasalah. Yakni, PT Galang Saudi Tour and Travel yang berlokasi di Jawa Barat (Jabar).

“Kami menemukan bahwa nomor izin milik PT Galang Saudi Tour and Travel mengkloning nomor milik PT Arofah Galang Mulia. Terkait ini, kami sudah berkomunikasi dengan Dirjen Penyelenggarah Haji dan Umroh,” tutur Said.

YLPK sudah memfollow up laporan yang masuk terhadap empat biro umroh dan haji tersebut. “Saat ini masih dalam proses klarifikasi ke operator-operator yang bersangkutan,” lanjut Said.

Selain itu, YLPK juga sudah melakukan mediasi dengan para pelapor. Namun, terkadang mediasi menemui kendala. “Susahnya konsumen lemah kalau sudah mediasi. Mentalnya sudah down,” ungkapnya.

Para pelapor berasal dari beberapa kota dan kabupaten di Jatim. Ada juga yang berasal dari Jabar. “Ada yang orang Bandung. Kebetulan pas main ke sini, lalu ditawari paket umroh dan diarahkan mendaftar di Jabar,” terangnya.

Said berharap agar konsumen tidak mudah terkecoh. Dia mengimbau agar konsumen tegas dan tidak segan melapor. Contohnya, ada operator-operator umroh yang menggaet calon jamaah dengan menghadirkan public figure sebagai narasumber seminar atau promosi.

Ada pula yang memainkan mental konsumen dengan membawa-bawa ayat suci. “Konsumen belum berangkat karena dibilang belum takdirnya. Ini nggak benar, jangan sampai terulang lagi,” ucap Said.

YLPK bekerja sama dengan Ombudsman RI perwakilan Jatim untuk membuka posko pengaduan. Mereka mempersilakan kepada siapapun untuk melapor apabila merasa tertipu biro travel umroh dan haji. (Fajar/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...