Tak Cukup Penuhi Kebutuhan Warga, Majene Kekurangan 6 Ton Beras


FAJAR.CO.ID, MAJENE – Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Distanakbun) Majene, masih terus menggenjot produksi beras di daerah ini. Pasalnya, untuk memenuhi kebutuhan warga, pihaknya masih kekurangan 6 ton beras dalam setahun.

Hasil produksi beras lokal Majene, belum mampu memenuhi kebutuhan warga.”Kita masih kekurangan beras sekira lebih 6 ton pertahun,” tutur Burhan Usman Kepala Distanakbun Majene, Selasa 6 Februari.

Berdasarkan kalkulasi kata Burhan, bahwa kebutuhan beras perorang dalam pertahun sekitar 120 kilogram, jika dikalikan dengan jumlah 160 ribu penduduk Majene, maka kebutuhan beras akan menjadi 19,200 ton pertahun.

“Luas lahan persawahan kita di Majene hanya sekitar 1,620 hektare dan hanya mampu menghasilkan sedikitnya 22,680 ton pertahun dengan dua kali panen.

Kata dia, dari 22,680 ton itu, akan mengalami penguranan sebanyak 45 persen setelah melalui proses penggilingan
menjadi sekitar 12,474 ton beras murni pertahun.

“Kalau dirata-ratakan, dalam 1 hektare dihasilkan sekitar 7 ton, lalu dikalikan 1,620 hektare sawah, berarti total produksi hanya 22,680 ton beras gabah. Setelah proses penggilingan, maka beras murni yang dihasilkan hanya 12.474 ton,” urainya.

Untuk memenuhi kekurangan kata Burhan, maka harus melakukan impor lokal, baik dari Kabupaten Polewali Mandar maupun dari Provinsi Sulawesi Selatan.”Seperti Pinrang dan
Sidrap,” ungkapnya.

Burhan berharap, pemerintah pusat terus membantu Pemkab Majene dalam percetakan lahan sawah baru demi tercapainya Majene swasembada beras.”Mudah-mudahan program percetakan sawah baru yang selama ini berjalan tetap berlanjut,” harapnya.(hfd/sulbarexpress/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...