Sebar HIV Lewat Suntik, Dokter Gadungan Malah Dipuji Warga

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Melalui verifikasi yang dilakukan petugas medis Andra Pradesh, India Utara, terhadap puluhan korban yang tertular virus HIV pada Rabu (7/2/2018), ada 33 orang dari 566 orang yang dites dinyatakan telah tertular virus HIV.

Para korban ini sebelumnya merupakan pasien klinik dokter gadungan Rajesh Yadav yang terletak di Kota Unnao, Andra Pradesh.

Dari para korban, diketahui Rajesh yang masih buron tersebut hanya membandrol Rs 10 atau Rp2000 sekali suntik.

“Setidaknya 50 orang sehari tapi dengan jarum suntik yang sama. Ia hanya mencucinya dengan air sebelum menyuntikkan jarum yang sama ke pasien berikutnya,” ujar Kepala Medis Unnao (SPO) SP Chaudhary seperti dilansir The Indian Express.

Uniknya, ada korban yang meski telah tertular HIV tidak marah sekalipun pada dokter gadungan tersebut.

Seorang pria berusia 67 tahun dan istrinya berusia 62 tahun positif tertular HIV malah protes mengapa orang-orang mau menangkap Yadav dan memperlakukan dia seperti penjahat.

“Kami tidak memiliki keluhan terhadapnya. Dia memberikan obat yang sangat murah dan keluhan saya hilang seketika. Obat yang diresepkan oleh dokter pemerintah harganya mahal Rp 20 – Rp 100 ribu, dengan Yadav saya hanya membayar harga Rp 2000, dan obatnya juga membuat kami bisa beristirahat,” ujar pria tua tersebut.

Cucu laki-lakinya yang berusia 11 tahun, juga terinfeksi HIV positif dan telah berhenti sekolah, sebab harus memulai perawatan intensif anti retroviral therapy (ART) di Kanpur.

“Perawatan intensif itu membuatnya mual sehingga dia harus berhenti sekolah. Dia demam beberapa bulan yang lalu jadi kami membawanya ke dokter Yadav, yang memberinya suntikan dan kami hanya membayar seperti biasa Rp 2000,’’ kata pria tua tersebut.

Seorang penduduk lain yang terinfeksi HIV akibat suntikan murah itu berprofesi sebagai pekerja upah harian berusia 35 tahun. “Tidak ada orang di desa ini yang tidak disuntik oleh Yadav pada tahun terakhir ini, semua orang di desa ini pernah berobat padanya,’’ ujarnya.

Banyak dari korban yang menyebut Yadav sebagai ‘malaikat’. “Dia seperti malaikat bagi kita. Pengobatannya murah dan menyembuhkan, suntikannya seperti memberikan gelombang energi. Sedikitnya 50 sampai 100 pasien mengantre untuknya setiap hari,” kata seorang penduduk. (ani/JPG)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...