OJK Turun Tangan Awasi Kasus Abu Tours

Minggu, 11 Februari 2018 19:14

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Satgas Waspada Investasi Sulsel akan mengaudit bisnis Abu Tours. Khususnya kemampuan pendanaan.Ketua Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Sulsel, Indarto Budiwitono mengatakan pihaknya terus memantau secara intensif penundaan pemberangkatan jemaah umrah Abu Tours yang kembali terulang. Pihaknya berharap pihak travel tetap berpegang pada komitmen awal.”Pihak Abu Tours di awal Januari itu sudah klarifikasi dan akan menjadwal ulang keberangkatan calon jemaah. Ini yang kami tunggu dahulu. Janjinya kan 10 Februari ada pemberangkatan,” ungkapnya.Direktur Pengawasan LJK 2 OJK Sulampua ini menyebutkan, Satgas Waspada Investasi juga sudah meminta hasil audit Kemenag terkait bisnis Abu Tours. Termasuk kemampuan finansial. Juga jumlah jemaah, jadwal keberangkatan, namun belum diserahkan pihak Kemenag.”Itu yang kami pihak OJK tunggu. Audit keuangan dan sebagainya. Semoga tak ada temuan kesalahan manajemen,” terangnya.Indarto melanjutkan, Abu Tours merupakan lembaga travel biro yang pengawasannya sebenarnya bukan wewenang OJK. Pengawasannya berada di Kemenag yang memberikan izin.”Sehingga OJK tak bisa bertindak langsung. Tetapi OJK tetap melakukan koordinasi sebagai antisipasi agar tak ada kasus penipuan umrah murah terjadi,” terangnya. Pihaknya pun menyayangkan perkembangan polemik Abu Tours ini karena tak diundang saat rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Sulsel.Sehingga kini pihaknya hanya sebatas berkoordinasi dan menunggu informasi dari pihak Kemenag. “Setelah kasus muncul di Desember tahun lalu itu kan pemberangkatan jemaah kembali normal. Nah pekan ini kembali bermasalah,” tuturnya.Penundaan pemberangkatan calon jemaah ini kata Indarto mestinya bukan dari jemaah baru paket promo. Terlebih pihak Abu Tours sebelumnya sudah komitmen untuk menyetop program paket promo. Bersama tim Satgas Waspada Investasi, pihaknya kembali akan mendalami keresahan calon jemaah.”OJK, Kemenag, Polda dan pihak terkait lain, akan kaji lagi. Masyarakat kami harap tak dirugikan dari sisi finansial. Karena itu bisa masuk kasus hukum. Tetapi, kami minta masyarakat tenang dahulu. Jangan gaduh,” jelasnya. OJK lanjut Indarto, pun akan gencar bersama tim Satgas Waspada Investasi untuk mengedukasi masyarakat. Untuk memilih jasa dan produk yang mengikat uang mereka dalam jangka waktu tertentu lebih bijak dan tak mudah tergiur.”Termasuk modus-modus menipu calon jemaah umrah dengan iming-iming paket murah. Ini semoga tidak terjadi di Sulsel,” tandasnya. (fik/nur-zuk)

Bagikan berita ini:
8
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar