Tokoh-tokoh Agama Diserang, Waspada Politik Adu Domba!

Minggu, 11 Februari 2018 22:22

Pemerintah, pemuka agama, dan elite ormas keagamaan sesuai otoritas ujarnya masing-masing hendaknya mencegah dan menghentikan provokasi di ruang-ruang syiar agama yang membangkitkan perasaan tidak aman, kebencian, dan kemarahan, yang dapat memicu tindakan main hukum sendiri dan penggunaan kekerasan seperti yang terjadi di Sleman, Tangerang, Bandung, juga Bantul dalam dua pekan terakhir.”Aparat keamanan hendaknya mewaspadai dan mencegah pola-pola gangguan keamanan yang menyasar tokoh-tokoh agama dan menggunakan sentimen keagamaan untuk memecah belah umat beragama dan menghancurkan kerukunan di tingkat akar rumput,” ujar Hendardi.Pertama-tama, tentu dengan penegakan hukum yang profesional, terbuka, adil dan tidak memihak. Aparat tidak boleh tunduk terhadap kelompok-kelompok intoleran dalam penegakan hukum itu. Setara Institute berkali-kali mengingatkan lemahnya penegakan hukum atas kasus-kasus serupa di atas akan mengundang kejahatan lain yang lebih besar.”Kepada para politisi mengingatkan agar seluruh proses kompetisi politik pada tahun elektoral berkaitan dengan pilkada dan pilpres mendatang hendaknya dijauhkan dari penggunaan segala cara yang memolitisasi sentimen primordial, khususnya agama, untuk kepentingan jangka pendek pemilihan. Kerukunan antar elemen bangsa dan ikatan kebangsaan di antara mereka terlalu luhur untuk dirusak demi dipertukarkan dengan jabatan politik jangka pendek apapun,” demikian Hendardi. (wah/rmol/fajar) 

Bagikan berita ini:
3
10
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar