Bukan ke Jokowi, HMI Berikan Kartu Putih Buat…

Senin, 12 Februari 2018 - 12:34 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketika bangsa digegerkan dengan aksi Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Zadit Taqwa, yang mmenghadiahi kartu kuning kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi, langsung membuat seisi bangsa ini ribut.

Ada pihak yang mendukung aksi Zadit, ada pula yang tidak mendukung aksi tersebut hingga berujung pada aksi bully. Tak sampai disitu, ramai-ramai politisi melakukan aksi yang sama dengan memberikan kartu merah, hingga kartu hijau kepada Jokowi.

Namun, hal berbeda di lakukan oleh Panitia Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-30 di Kota Ambon. Mereka memberikan ‘kartu putih’, tapi tidak kepada Jokowi melainkan kepada rakyat yang tidak mampu.

Kartu putih yang diberikan oleh Panitia Kongres HMI kepada rakyat itu berupa resep obat yang bisa ditebus secara gratis di apotik. Namun, ‘kartu putih’ itu hanya diberikan kepada warga yang kurang mampu saat dilakukan bakti sosial berupa khitanan masal, pengobatan gratis dan pemeriksaan darah.

“Jadi kartu putih itu sebagai resep yang diberikan tim medis kepada ratusan warga yang memeriksakan kesehatannya,” kata Ketua Panitia Nasional Kongres HMI, Fauzi Marasabessy lewat rilisnya.

Dikatakan Marasabessy, kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh panitia Kongres HMI ini, sebagai wujud pengabdian HMI kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Intinya kegiatan yang dilakukan itu merupakan pengabdian kader HMI kepada masyarakat khususnya yang ada di Ambon,” ucapnya.

Ketua Tim Medis Kongres HMI, dr. Rahmat Jaya menuturkan, aksi pemberian ‘kartu putih’ kepada warga Kota Ambon itu sebagai bentuk perhatian terhadap pembangunan kesehatan bangsa, khususnya di Kota Ambon. “Semua itu dilakukan secara gratis demi pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo ini menambahkan, pengobatan gratis ini terbuka bagi seluruh masyarakat Kota Ambon selama 24 jam yang berpusat di posko kesehatan Kongres.

“Kami ingin berikan yang terbaik,kami tidak hanya bisa retorika, kami bisa kerja, kami mau rakyat ini sejahtera, sejahtera sehatnya, dan sejahtera pula yang lainnya,” ungkapnya. (Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.