India Susul Prancis Dukung Kemerdekaan Palestina

Senin, 12 Februari 2018 - 23:49 WIB
Perdana Menteri India Narendra Modi. (Foto: Reuters)

FAJAR.CO.ID — Setelah Prancis, dukungan terhadap negara Palestina merdeka kini datang dari India. Dukungan
disampaikan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ketika mengunjungi Ramallah, salah satu kota di Palestina.

Modi diterima oleh Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Modi mengatakan, India berharap dapat melihat sebuah negara Palestina merdeka dan aman.

Sebelumnya dia bertemu dengan Perdana Menteri Rami Hamdallah dan mengunjungi Museum Yasser Arafat
tempat dia meletakkan karangan bunga. Dalam sebuah posting-an di Twitter pada Jumat (9/2/2018), Modi
mengatakannya, dukungannya untuk Palestina.

“Dukungan kami untuk rakyat Palestina dan pembangunan Palestina,” katanya dalam cuitan di Twitter tersebut.

Kantor berita resmi Palestina WAFA melaporkan, kedua pemimpin tersebut akan membahas cara untuk
meningkatkan hubungan bilateral dan akan menandatangani nota kesepahaman.

Para ahli mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari menyeimbangkan kebijakan luar negeri India di
Timur Tengah. Sebelum tiba di wilayah Palestina yang diduduki, Modi bertemu Raja Yordania Abdullah II di
Amman.

Dia dijadwalkan untuk berangkat ke UAE dan Oman pada Minggu (11/2/2018), sebagai bagian dari turnya kali ini.

Menurut Profesor Studi Internasional di AS, Vijay Prashad, hubungan India dengan Palestina masih dalam
ketidakpastian.

“Ada tekanan eksternal terhadap pemerintah, terutama dari negara-negara Arab, yang menyediakan energi dan
pekerjaan untuk India. Namun kunjungan tersebut menunjukkan bahwa tidak mudah bagi pemerintah India
untuk mengabaikan Palestina,” kata Prashad seperti dilansir Al Jazeera.

Menariknya, kunjungan tersebut dilakukan beberapa minggu setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
berkunjung ke India dan berjanji untuk memperkuat persahabatan antara Israel dan India.

India saat ini merupakan pembeli terbesar persenjataan Israel, menghabiskan rata-rata USD 1 miliar per tahun
untuk peralatan militer dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintahan sayap kanan Modi telah berupaya meningkatkan hubungannya dengan Israel sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa hal itu mungkin akan meninggalkan dukungannya terhadap Palestina. Namun
pada Desember, India memilih menentang keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel di
Majelis Umum PBB. (ina/ce1/JPC)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.