Massa Pro Hamka-Ahsan Demo, KPU Pinrang Persilakan Ajukan Gugatan

Senin, 12 Februari 2018 - 14:24 WIB

FAJAR.CO.ID, PINRANG –– Komisi pemilihan umum (KPU) Kabupaten Pinrang menggelar rapat pleno terbuka penatapan calon wakil bupati dan wakil bupagi Pinrang, Senin, (12/2/2018).Dalam rapat yang dipimpin Ketua KPU Pinrang, Mansyur Hendrik itu, menetapkan tiga bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Pinrang sebagai peserta Pilkada Pinrang 2018.

Adapun ketiga bakal pasangan calon yang ditetapkan menjadi calon peserta Pilkada Pinrang tersebut adalah pasangan Ir. H. Abdul Latif dan H. Usman Marham, kedua pasangan H. Irwan Hamid dan H. Alimin, ketiga Pasagan H. Jamaluddin Jafar dan Andi Sofyan Nawir

Sementara pasangan calon dari unsur perseorangan H. Hamka Mahmud dan H. Ahsan dinyatakan tidak memenuhi syarat alias TMS sebagai peserta pilkada Pinrang 2018. Penetapan ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Pinrang tersebut dibacakan langsung oleh ketua KPU Pinrang Mansyur Hendrik didampingi komisoner lainnya.

Usai penetapan, massa pro bakal pasangam calon bupati dan wakil bupati Pinrang dari jalur independen, Hamka-Ahsan, langsung melakukan aksi demo. Meski begitu, keputusan itu tidak mengubah keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pinrang.

KPU Pinrang tetap pada komitmen awal menyatakan Hamka-Ahsan tidak memenuhi syarat (TMS) berlanjut ke tahapan pencalonan Pilkada Pinrang 2018. Sebaliknya, KPU Pinrang mempersilakan Hamka-Ahsan untuk mengajukan gugatan apabila mengganggu telah dirugikan.
Ketua KPU Pinrang, Mansyur Hendrik menjelaskan bahwa pihaknya cukup profesional menjalankan tahap demi tahap seluruh agenda Pilkada Pinrang 2018. “Karenanya apabila ada bakal pasangan calon yang merasa dirugikan, silakan mengajukan gugatan,” ujar Mansyur Hendrik, Senin, (12/2/2018)
Sementara itu, di luar Gedung Kantor KPU Pinrang saat ini terdapat ratusan massa pendukung Hamka-Ahsan yang menggelar aksi unjuk rasa. Massa tersebut memprotes hasil berita acara hasil verifikasi surat dukungan perbaikan pasangan Hamka-Ahsan yang diterbitkan KPU, belum lama ini.
Massa pro Hamka-Ahsan itu menilai keputusan KPU Pinrang tersebut merugikan jagoannya. Mereka menganggap hasil verifikasi surat dukungan oleh KPU Pinrang yang tidak meloloskan pasangan Hamka-Ahsan itu tidak fair.
Dalam berita acara tersebut, tertera 7.415 dukungan e-KTP yang disetor Hamka-Ahsan. Sebanyak 1.661 berkas yang dianggap telah memberi dukungan alias ganda.”Itu artinya, sisa 5.754 dukungan yang dianggap memenuhi syarat,” kata Juru Bicara (Jubir) Hamka-Ahsan, Andi Bahrun
Namun anehnya, sisa dukungan memenuhi syarat untuk diverifikasi faktual yang tertera dalam berita acara itu, hanya sebanyak 4.245.”Ini masalah. 7415 dikurangi 1661 itu harusnya jumlahnya 5754. Kok yang tertera 4245. Itu artinya ada 1509 dukungan kami yang lenyap begitu saja,” ucap Andi Bahrun.
Ia menegaskan, pihaknya membawa massa tersebut untuk meminta kejelasan dari pihak KPU terkait hal itu.”Kami datang dengan damai hanya untuk meminta kejelasan,” pungkas Andi Bahrun. (eby)
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.