Polemik Paslon Bupati Luwu BKM-WN Dipermainkan Partai

Senin, 12 Februari 2018 - 18:35 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sulsel mengklarifikasi terkait Pilkada Kabupaten Luwu khususnya pada pasangan calon Bupati Buhari Kahar Mudzakkar dan Wakil Bupati Wahyu Napeng (BKM-WN).

Komisioner Devisi Teknis KPUD Sulsel, Isma Hattas, mengungkapkan bahwa dua partai pengusung Paslon BKM-WN telah digunakan oleh pasangan calon lain.

“Partai Hanura telah digunakan sebelumnya oleh bakal pasangan calon lain untuk mendaftar, begitu pula dengan partai PAN dan telah memenuhi syarat pendaftaran,” ujarnya disela acara Rapat Pleno Terbuka Pengumuman Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Tahun 2018 di Four Points Hotel Makassar, Senin (12/2/18).

Berdasarkan hasil penelitian pada dokumen pencalonan Buhari Qahhar Mudzakkar dan Wahyu Napeng, formulir persetujuannya hanya ditandatangani oleh Wasekjen.

“Sementara di dalam peraturan KPU, pencalonan mutlak yang menandatangi surat persetujuan pasangan bakal calon dari dewan pimpinan pusat partai politik itu ditandatangani oleh pimpinan parpol,” terangnya.

Tak hanya sampai disitu, petugas partai yang ditunjuk atau diamandatir dalam pendaftaran tersebut tidak hadir di KPU Luwu. Selain itu, partai Hanura juga melakukan pendaftaran paslon di KPU RI.

“Kami sampaikan bahwa pendaftaran pasangan calon dilakukan dimana pilkada itu berlangsung. Kalau pilkadanya di Luwu maka pendaftaran dilakukan di Luwu juga,”jelasnya.

“Jadi klarifikasi kami terhadap pilkada di Luwu. Sekaitan dengan beredarnya isu bahwa KPU Sulsel telah di interfensi oleh pihak pihak luar, sama sekali tidak. Yang ada adalah koordinasi dengan KPU RI, KPU Provinsi dan KPU Luwu. Dan memang ini kita lakukan sebagai bentuk dari supervisi atau bentuk pendampingan kepada jajaran KPU apalagi komunikasi dengan pihak luar,”pungkasnya. (sul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *