Sidak Kantor Abu Tours, DPRD Sulsel Minta Kejelasan Nasib 16 Ribu Jemaah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel melakukan inspeksi mendadak (sidak ) ke kantor PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours) Jl. Kakatua, Senin (12/2).Sidak tersebut langsung dipimpin Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif yang didampingi beberapa anggota DPRD yakni, Rusni Kasman, Wawan Mattaliu Nurhidayati dan Kepala Biro Haji dan Umrah Kementrian Agama Sulsel, Kaswad Sartono.Pada sidak tersebut rombongan tidak langusung diterima oleh pemilik sekaligus Presiden Direktur PT Abu Tours dan Travel, Muhammad Hamzah Mamba, namun hanya diterima oleh perwakilan Abu Tours dan Travel.Bahkan dalam pertemuan yang dilakukan beberapa anggota DPRD Sulsel yang berlangsung kurang lebih tiga jam, pertemuan tersebut dilakukan tertutup.Ditemui setelah pertemuan, Syaharuddin Alrif menjelaskan poin- poin pertemuan diatarnya, meminta kejelasan mengenai jadwal keberangkatan para jemaah yang jumlahnya mencapai 16 ribu lebih jemaah“Kita mempertanyakan nasib jemaah yang mencapai 16 ribu lebih itu, apakah mereka bisa diberangkatkan, mereka menjawab bisa, tapi harus kembali jadwal keberangkatanya,” bebernya. (*)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel melakukan inspeksi mendadak (sidak ) ke kantor PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours) Jl. Kakatua, Senin (12/2).

Sidak tersebut langsung dipimpin Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif yang didampingi beberapa anggota DPRD yakni, Rusni Kasman, Wawan Mattaliu Nurhidayati dan Kepala Biro Haji dan Umrah Kementrian Agama Sulsel, Kaswad Sartono.

Pada sidak tersebut rombongan tidak langusung diterima oleh pemilik sekaligus Presiden Direktur PT Abu Tours dan Travel, Muhammad Hamzah Mamba, namun hanya diterima oleh perwakilan Abu Tours dan Travel.

Bahkan dalam pertemuan yang dilakukan beberapa anggota DPRD Sulsel yang berlangsung kurang lebih tiga jam, pertemuan tersebut dilakukan tertutup.

Ditemui setelah pertemuan, Syaharuddin Alrif menjelaskan poin- poin pertemuan diatarnya, meminta kejelasan mengenai jadwal keberangkatan para jemaah yang jumlahnya mencapai 16 ribu lebih jemaah

“Kita mempertanyakan nasib jemaah yang mencapai 16 ribu lebih itu, apakah mereka bisa diberangkatkan, mereka menjawab bisa, tapi harus kembali jadwal keberangkatanya,” bebernya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment