Tersangka Kasus Suap, Marianus Sae Tetap Maju Pilgub NTT

FAJAR.CO.ID -- Bupati Ngada, Marianus Sae, telah ditetapkan secara resmi sebagai pasangan calon pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia maju berpasangan dengan Emi Nomleni.

Penetapan itu dilakukan meski Marianus berstatus tersangka setelah sebelumnya terjerat operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga terkait suap, Minggu (11/2/2018).

KPU menilai Marianus tetap memenuhi syarat, meski PDI Perjuangan NTT menyatakan mencabut dukungan.

Pasangan Marianus-Emi sebelumnya mendaftar sebagai pasangan bakal calon gubernur diusung koalisi PDI Perjuangan-Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mengatakan, dalam Undang-Undang Nomor 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota, hanya ada tiga alasan partai politik pengusung dapat mengganti pasangan calon, yaitu karena sakit, berhalangan tetap, atau keputusan hukum yang bersifat final dan mengikat.

Karena itu, dengan status Marianus baru sebagai tersangka, tetap sah sebagai calon Gubernur NTT.

"Sekarang ini kan status (Marianus,red) belum (berkekuatan hukum tetap,red)," ujar Tjahjo di Jakarta, Senin (12/2/2018).

Menurut mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini, kasus calon kepala daerah berstatus tersangka tidak hanya kali ini terjadi. Pada Pilkada 2017 lalu juga pernah ada dan tetap diperkenankan mengikuti pilkada. Malah meraih suara terbanyak.

"Misalnya menang (tetap dilantik sebagai kepala daerah terpilih,red). Nanti begitu ada keputusan hukum tetap dan dinyatakan bersalah, baru diberhentikan," katanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...