Uang Suap Bupati Ngada Diduga untuk Modal Pilgub NTT

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga, sejumlah uang suap yang diterima Bupati Ngada Marianus Sae, akan digunakan sebagai biaya pencalonan dirinya sebagai Gubernur Nusa Tenggara Timur.

Dugaan tersebut mencuat, sebab menurut Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, pembiayaan kampanye menjadi Pilgub begitu besar.

“Apakah ini akan dilakukan untuk biaya kampanye, prediksi dari tim kita, kemungkinan besar dia butuh uang untuk itu,” ungkap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, dalam konperensi pers di gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (12/2)

Basaria mengatakan jika ini baru sebatas dugaan, sebab KPK belum menemukan aliran dana dari Marianus untuk pihak-pihak yang terkait Pilkada NTT.

“Tapi prediksi dari tim sudah mengatakan karena yang bersangkutan akan bakal calon gubernur, sudah barang tentu memerlukan dana yang banyak,” jelas Basaria.

Kendati demikian, saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan, Minggu (11/2) kemarin, KPK menemukan Marianus Sae (MS) sedang bersama dengan Ketua Tim Penguji Psikotes Calon Gubernur NTT Ambrosia Tirta Santi (ATS).

Saat itu keduanya bersama di sebuah hotel di Surabaya. KPK belum menemukan apakah Ambrosia diduga memperoleh sesuatu dari Marianus.

“Apakah yang bersangkutan (Ambrosia) menerima sesuatu, sampai sekarang ini kita belum bisa buktikan ke arah situ. Tapi yang pasti kita tahu yang bersangkutan (Ambrosia) hadir di sana pada saat tim kita menemukan MSA,” ujarnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hariman Kaimuddin


Comment

Loading...