BAP Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Dikabarkan Hilang, Begini Kata Polisi

Selasa, 13 Februari 2018 - 12:01 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Berkas berita acara pemeriksaan (BAP) kasus kekerasan penyiraman air keras, terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan dikabar hilang. Akan tetapi pihak kepolisian membanta hal tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membantah kabar tersebut. “Tidak ada yang hilang, siapa yang bilang? Ada ah,” katanya di Polda Metro Jaya, Slasa (13/3).

Tidak hanya membantah hilangnya BAP Novel, Argo juga menyatakan akan kembali memanggil Novel untuk pemeriksaan selanjutnya. Selain itu kepolisian juga akan memeriksa saksi-saksi lain, untuk mengetahui pelaku dari kasus penyiraman tersebut.

Novel Baswedan saat diwawancarai Jawa Pos di Singapura beberapa waktu lalu. (Imam Husein/Jawa Pos)

“Kalau penyidik membutuhkan. Nanti akan kami periksa kembali kesaksiannya (Novel Baswedan),” jelas Argo

Perlu diketahui sebelumnya, jika pada 14 Agustus 2017 lalu Novel Baswedan telah diperiksa oleh beberapa penyidik, terkait kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Pada saat itu pemeriksaan dilakukan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura.

Saat pemeriksaan pihak kepolisian menanyakan perihal kronologis penyiraman air keras, bukti-bukti yang dimiliki, termasuk dugaan keterlibatan jenderal. Saat diperiksa, Novel didampingi sejumlah pengacaranya, dan perwakilan dari KPK.

Perlu diketahui, proses penanganan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan masih belum menunjukkan hasil positif hingga saat ini. Sebaliknya, kejanggalan justru terendus dalam perkara yang terjadi 11 April tahun lalu tersebut. Salah satunya terkait dengan pemeriksaan Novel di Singapura pada medio Agustus tahun lalu.

Kejanggalan itu diungkapkan Komisioner Ombudsman RI (ORI) Adrianus Meliala. Dia mendapati dokumen berita acara pemeriksaan (BAP) Novel tidak ada di kepolisian. Padahal, pada saat pemeriksaan itu, Novel diperiksa dan sudah di-BAP penyidik Polda Metro Jaya. “Hanya (dokumen) pemberian keterangan saja dari Novel (yang ada di kepolisian). Ada tanda tangan dan cap KBRI,” ujarnya kepada Jawa Pos, kemarin (10/2).

Dokumen yang tidak mirip BAP itu ditengarai menjadi akar lambatnya penanganan teror terhadap penyidik KPK tersebut. Adrianus mengatakan, kepada Ombudsman, penyidik Polda Metro Jaya memang mengatakan bahwa Novel belum pernah di-BAP. “Ini sesuai dengan perkataan penyidik (Polda Metro Jaya) bahwa Novel belum pernah di-BAP,” ungkapnya.

(ipy/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *