TKI Indonesia Meninggal di Malaysia, DPR Bakal Panggil Pemerintah

Selasa, 13 Februari 2018 - 12:58 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kasus kematian Adeline (21), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengatakan negara wajib melindungi setiap warga negaranya yang berada di dalam, maupun yang berada di luar negeri. Untuk itu, kasus kematian TKI di Malaysia ini akan ditindak lanjuti oleh DPR dengan memanggil Pemerintah guna menjelaskan dan menyelidiki penyebab kematian tersebut.

“Kami akan meminta komisi terkait untuk memberi perhatian penuh. Dalam hal ini, dengan memanggil mitranya atau pemerintah untuk menjelaskan dan kemudian menyelidiki penyebab dari kematian tersebut, karena itu adalah tanggung jawab negara,” kata Ketua DPR kepada wartawan lewat rilisnya di grup WhatApp, Selasa (13/2).

Lanjut dia, “Setiap warga, negara wajib melindungi warganya baik di dalam negeri maupun di luar negeri,”.

Menurut lekaki yang biasa disapa Bamsoet itu, negara sudah bekerja dengan baik dalam melindungi semua warga negara yang berada di luar negeri. Tetapi, dengan adanya kasus kematian TKI di Malaysia, pemerintah wajib melakukan penyelidikan atas kematian tersebut.

“Pengawasan sudah dilakukan pemerintah dengan baik dan sudaha berlangsung lama, bagi negara-negara yang banyak menampung tenaga kerja kita. Mungkin ada persoalan yang berada di luar pengawasan, itu yang harus diselidiki,” ucapnya.

Politisi Partai Golkar ini juga menesgaskan, Pemerintah tidak boleh melepas tangan atas TKI di Malaysia.”Negara tidak boleh lepas tangan dari nasib, atau kematian warga negaranya,” tegas Bamsoet. (Aiy/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *