Istri Saksikan Proses Penikaman Suaminya Hingga Tewas

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Mahumah hanya bisa duduk diam menahan emosi, Senin (12/2) siang. Dirinya menyaksikan Maceni menikam seorang pria. Tanpa ampun Maceni menusuk lagi pria itu ketika berusaha melarikan diri. Dari adegan yang dilakukan di halaman Mapolsek Balikpapan Barat itu, dia baru tahu bagaimana sang suami, Mustamin, dianiaya Maceni hingga meninggal dunia setelah mendapat perawatan dua hari di RSUD Kanujoso Djatiwibowo.

Maceni yang menggunakan kaus oranye bertuliskan ‘Tahanan 67 Polres Balikpapan’, kemarin satu per satu mengikuti setiap adegan rekonstruksi yang digelar penyidik Polsek Balikpapan Barat. Ada 23 adegan dimainkan. Di adegan ke 15, Maceni menusuk perut kanan korban dengan senjata tajam (sajam). Kemudian di adegan ke 17, Maceni kembali menghunjamkan sajam-nya ke punggung Mustamin yang diperagakan seorang pria bertubuh subur.

“Saya maunya dihukum nyawa dibalas nyawa. Tetapi, ini negara hukum. Saya serahkan kepada polisi. Tetapi, saya maunya dia dihukum seberat-beratnya,” kata Mahumah didampingi anak perempuannya yang sejak rekonstruksi menangis.

Menurutnya, penganiayaan berujung kematian terhadap suaminya itu direncanakan. Pasalnya, dia mendapat kabar dari tetangga. Antara pelaku dengan rekannya yang berjualan di samping lapak suaminya bertemu di malam hari. “Katanya mereka bertemu dan bahas persoalan untuk menyakiti suami saya,” katanya, tanpa tahu alasan pertemuan itu.

Sementara itu, Wakapolsek Balikpapan Barat AKP Muhammad Purwoko menyatakan, masih mendalami motif penganiayaan berat terhadap Mustamin. Soal adanya isu pembunuhan berencana, dia menyebut masih dikembangkan. Pasalnya, dari pengakuan tersangka dan saksi, senjata tajam yang digunakan untuk menusuk korban berasal dari lapak milik Badruddin.

“Masih kami lakukan pengembangan. Sementara, senjata tajam yang digunakan menusuk masih belum ditemukan. Terjatuh ketika tersangka diamankan warga,” sebutnya.

Sebagai informasi, peristiwa penikaman yang dilakukan Maceni terhadap Mustamin terjadi pada 9 Januari lalu. Kronologisnya, korban menegur Badruddin sesama pedagang ikan di Pasar Pandansari. Badruddin saat itu menaruh udang dagangannya di lapak korban. Cekcok terjadi, Badruddin kemudian pergi dari pasar dan memanggil Maceni yang lantas menganiaya korban hingga terluka parah dan meninggal. (*/rdh/one/k15)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...