Mentan: Pertanian Kini Sudah Menggunakan Teknologi Canggih

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan kuliah umumnya didepan dosen dan juga 1000 lebih mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan,(15/2).

Dalam kuliah umunya kali ini Menteri Pertanian (Mentan) menyampaikan dengan tema “Pembangunan dan Kewirausahaan Pertanian”, disamping itu ia juga memberikan semangat kepada generasi muda untuk menciptakan nilai tambah dalam pertanian Indonesia.

“Anak muda sekarang harus diajarkan, mengisi mentalnya dulu. Karena visi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada 2045. Paradigma lama soal pertanian tradisional harus bergesar menjadi modern. Anak muda harus bisa menciptakan added value, menjadi masyarakat Indonesia yang produktif,” ujar Amran.

Dalam hal tersebut Mentan juga menyampaikan bahwa pertanian jaman sekarang menjanjikan 60 sampai dengan 70 persen berkontribusi dalam pembangunan nasional.

“Tiga tahun ini Kementerian Pertania telah membagikan 100 ribu alat mesin pertanian. Pertanian kini sudah menggunakan teknologi canggih,” kata Mentri.

Selain itu, Mentan juga mengajak agar anak muda di seluruh Indonesia, khususnya mahasiswa Unhas, untuk lebih produktif memanfaatkan kekayaan alam yang ada di Indonesia, yang dilakukan melalui mekanisasi pertanian Indonesia.

Dan pada saat ini, teknik pengolahan sawah sudah mulai bergeser dari tradisional ke penggunaan teknologi. Amran menyebukan, dalam tiga tahun terakhir, Kementan telah membagikan 100 ribu alat mesin pertanian.

“Kita sudah mulai mekanisasi. Jadi, harus kita alihkan dengan teknologi, tidak bisa dengan cara tradisional. Jadi ada perubahan paradigma lama, yaitu tradisional bergeser ke modern,” ujarnya.

Diakhir perkeluliahan umumnya, Mentan juga memberikan roadmap Pengembangan Komoditas Pertanian Strategis Menuju Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia 2045.

Dengan adanya roadmap tersebut, Mentan berharap pihak kampus bisa menggambarkan kepada mahasiswa mengenai cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.(fat/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi

Comment

Loading...