Dua Pria yang Berkeliaran di Mesjid Agung, Ternyata Kurir Sabu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TANJUNG SELOR – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Bulungan berhasil menggagalkan pengiriman narkotika jenis sabu seberat 451 gram dan mengamankan dua orang kurir barang haram tersebut di Masjid Agung Istiqomah, Tanjung Selor pada Kamis (8/2) lalu.

Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry mengatakan, pengungkapan tersebut berawal dari adanya laporan warga pada Kamis lalu, yang melihat dua orang yang mencurigakan sedang berada di Masjid Agung Istiqomah sekira pukul 13.00 Wita.

“Menindak lanjuti laporan tersebut, personel langsung bergerak ke tempat yang dimaksud,” bebernya saat melakukan press release kasus tersebut di Mapolres Bulungan, Senin (12/2).

Setelah ditemui dan dilakukan penggeledahan terhadap dua orang yang diduga membawa sabu-sabu tersebut, lanjutnya, barang haram tersebut ditemukan pada salah seorang berinisial So yang disimpan pada tas pinggang yang ia gunakan.

“Ditemukanlah bungkusan yang dilakban coklat di dalam tas pinggang itu. Setelah dibuka, ditemukan bungkusan atau kemasan teh Guanyimang, setelah diperiksa lagi ditemukan satu bungkus plastik klip bening besar dan berisi sabu-sabu seberat 451 gram,” ungkapnya.

Selanjutnya kata dia, anggota pun kembali menggeledah barang bawaan milik Ma, teman So. Yaitu berupa tas ransel berwarna biru, kembali ditemukan barang bukti lainnya yang diduga ada kaitannya dengan ditemukannya sabu pada So.

“Seperti tiket travel, sebuah gulungan lakban warna coklat, handphone dan sebuah palstik putih, lalu anggota langsung mengamankan keduanya sekira pukuk 13.00 Wita hari itu,” sebutnya.

Disinggung barang haram tersebut berasal dari mana, dikatakannya, menurut keterangan pelaku, sabu tersebut hanya dititipkan seseorang untuk dibawa ke suatu tempat. “Namun kami belum bisa menyebutkan di mana tujuannya, karena untuk kebutuhan pengembangan, yang jelas mereka ini hanya kurir saja, berdasarkan penyelidikan, mereka merupakan warga Makassar,” bebernya.

Mengenai peran kedua pelaku apakah merupakan jaringan lintas provinsi, dikatakannya, untuk sementara dugaan tersebut ada, untuk itu ia katakan dilakukan pengembangan lebih lanjut. “Yang jelas dengan adanya pengungkapan kasus ini kami pun akan berupaya lebih keras lagi untuk mengungkap jaringan pelaku yang lain dan mengumpulkan barang buktinya, saat ini Satreskoba Polres Bulungan terus melaksanakan pengembangan,” jelasnya.

“Karena tentunya masalah narkoba ini sudah merupakan salah satu kejahatan trans nasional, bukan hanya antar provinsi tetapi juga antar negara,” sambungnya.

Jadi lanjut dia, sepanjang tahun ini memang sudah ada beberapa pengungkapan yang dilakukan, namun pengungkapan kali ini merupakan yang terbesar dari yang sebelumnya. “Dengan adanya kejadian ini pelaku bisa dijerat Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” tegasnya.

Untuk itu dikatakannya, meminta agar seluruh warga masyarakat untuk melapor kepada pihaknya, apabila menemukan warga atau masyarakat yang dicurigai, masyarakat tidak perlu jangan ragu kata dia. “Bisa juga melapor kepada ketua RT atau Kepala Desa untuk dilaksanakakan pemeriksaan awal, karena jika menunggu pihak kepolisian terlebih itu jaraknya jauh, dikhawatirkan sudah kabur terlebih dahulu atau meninggalkan tempat, periksa warga yang hendak masuk desa atau wilayah kita,” pungkasnya. (sny/eza)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...