Kurang Sosialisasi, Banyak Dugaan Pelanggaran ASN

Kamis, 15 Februari 2018 - 19:46 WIB
FAJAR.CO.ID, ENREKANG — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Enrekang masih kurang dalam sosialisasi┬ákebijakan terkait larangan ASN dalam berpolitik. Buktinya, sudah banyak ASN yang masuk dalam daftar panggil Panwaslu dalam memasuki tahun politik ini.
Masalah yang paling mencuat dan perhatian Panwaslu terkait kehadiran sejumlah ASN dalam pelantikan parpol di Kabupaten Enrekang. Sayangnya, dari sekian daftar ASN yang dipanggil panwaslu, hanya segelintir yang menanggapinya.
Menurut Kepala Puskesmas Enrekang, drg Sri Siswaty Zainal, belum ada sosialisasi secara menyeluruh dari panwaslu. Padahal, pihak panwaslu pernah mengklaim telah tuntas menunaikan kewajiban sosialisasinya kepada ASN, beberapa waktu lalu.
“Saya belum pernah dapat sosialisasinya panwaslu. Surat imbauan atau edaran juga tidak ada masuk,” beber Sri.
Ia pun berharap, panwaslu tidak tinggal diam menjelang Pilkada semakin memanas. Untuk menghindari lebih banyak dugaan pelanggaran, panwaslu sebaiknya kembali berperan aktif untuk melakukan sosialisasi intensif di kalangan ASN.
“Bagusnya juga kalau tidak satu arah. Jadi, kita punya kesempatan berdiskusi apa yang boleh dan tidak boleh bagi ASN,” terang Sri.
Tak berbeda, Direktur RSUD Massenrempulu, dr. Yusuf yang pernah masuk dalam radar pemeriksaan panwaslu juga mengaku tak pernah mengikuti sosialisasi yang dimaksudkan panwaslu.
Wajar ketika dirinya masih belum banyak paham aturan-aturan yang berlaku di lingkungan ASN. “Tidak pernah dapat (sosialisasi),” pungkasnya. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *