Laporan Para Siswa: Temannya Ditabrak Mobil Polisi lalu Mereka Ditampar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SUKADANA – Lima anggota Polres Kayong Utara, Kalimantan Barat, menganiaya belasan pelajar SMKN 1 Sukadana di Pantai Pulau Datuk, Kabupaten Kayong Utara, Senin (12/2) malam.

Akibatnya, lima pelajar mengalami luka dan memar di sekujur tubuh.

Saat ini, Provost Polres Kayong Utara masih memeriksa para pelaku penganiayaan itu.

Salah satu korban bernama Abdul Hamid mengatakan, kejadian berawal ketika teman perempuannya meminjam handphone miliknya untuk menghubungi kekasihnya, Vinki, pelajar SMAN 3 Sukadana.

Setelah itu, Hamid dan Vinki terlibat salah paham. Mereka sempat bertemu untuk menyelesaikan masalah.

Namun, tidak ada titik temu. Hamid dan Vinki bertemu lagi pada Senin malam.

Saat itu, Vinki kembali membawa teman-temannya. Hamid yang ketakutan lantas menghubungi kawan-kawannya.

Mereka kemudian bertemu di jalan tidak jauh dari kantor baru Samsat Sukadana

“Kalau ngomong sendiri saya tidak berani, takut dikeroyok mereka. Jadi saya menghubungi kawan-kawan saya. Makanya orang sini bilang mau tawuran, padahal kami mau menyelesaikan masalahnya kayak gimana. Kami dilaporkan mau tawuran,” ungkap Hamid, Rabu (14/2).

Dia menambahkan, pertemuan disepakati digelar di Pantai Pulau Datok.

Mereka akhirnya menemukan titik temu yang berujung perdamaian.

Setelah itu, Vinki dan rekan-rekannya meninggalkan lokasi. Hamid tetap di lokasi dan berfoto bersama rekan-rekannya.

Tak lama kemudian, ada anggota Polres Kayong Utara menghampiri dan menyuruh mereka bubar.

“Ada polisi bilang begini, ‘bubar, kalau tidak saya tampar satu-satu’,” kata Hamid menirukan ucapan oknum tersebut.

Dia menambahkan, polisi itu datang menggunakan mobil dan motor.

“Setelah (motor) kami dihentikan dan kunci motor diambil. Kawan saya ada yang ditabrak pakai mobil sedan patroli, kaki mengalami luka dan memar,” imbuh dia.

Hamid dan tiga rekannya kemudian diamankan ke Polres Kayong Utara.

Hamid menambahkan, sebelum dibawa ke polres, mereka menerima perlakuan kasar dan arogan dari oknum polisi itu.

Mulai ditendang hingga ditampar. Ada juga teman Hamid yang kepalanya dibenturkan mobil patroli.

“Kami kemudian diminta menunjukan lokasi kawan-kawan yang lainnya. Kemudian kami tunjukkan dan sebelas kawan ikut diangkut ke polres. Kami dibariskan di parkiran Polres. Ada yang ditinju di perut, ditampar, ditendang kaya binatang,” tutur Hamid.

Sementara itu, Kapolres Kayong Utara AKBP Arief Kurniawan membenarkan adanya kesalahpahaman antara anggotanya dengan para pelajar tersebut.

“Sebagian dari mereka (pelajar) memang diamankan di polres. Namun, ketika dalam proses pengamanan itu, ada beberapa oknum anggota kami yang melakukan hal yang tidak sepantasnya,” jelas Arief. (Kamiriluddin/Ocsya Ade/rakyat kalbar/JPNN)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar