Mentan Amran: Kebijakan yang Menghambat Pertanian Harus Dihilangkan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyempatkan diri mengikuti Dialog dengan para Rektor Indonesia dalam Konvensi Kampus yang merupakan bagian rangkaian acara Forum Rektor Indonesia di Universitas Hasanuddin (Unhas), Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/2).

Acara ini turut dihadiri Ketua Forum Rektor Indonesia terpilih Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA dan Wakil Ketua Forum Rektor Prof.Sutarto Hadi, MSc

Dalam dialognya, Amran mengharapkan sumbangsih di dunia pendidikan tinggi untuk mengembangkan penelitian pertanian Indonesia melalui inovasi-inovasi baru di setiap kampus.

“Kami sangat menghargai inovasi. Jika ada penemuan baru dari peneliti di kampus-kampus, langsung kami beli, kami berikan royalti, sebagai penghargaan,” ujar Amran sambil berharap penelitian pertanian bisa sejalan dan bersinergi dengan visi pemerintah untuk menepis ego sektoral.

Mantan dosen Unhas ini juga menambahkan bahwa Kementerian Pertanian saat ini harus bergerak lebih cepat. “Kebijakan yang menghambat pertanian harus dihilangkan,” tegas Amran.

Salah satu yang menjadi contoh kebijakan tersebut adalah pengadaan benih, pupuk, pestisida dan alat mesin pertanian (alsintan) yang sebelumnya tender menjadi penunjukkan langsung melalui sistem e-procurement dan e-catalog. Sementara, panen, tanam dan pengentasan hama tidak bisa menunggu tender.

Selain soal kebijakan, Kementerian Pertanian juga melakukan perubahan besar dalam hal sumberdaya manusia, anggaran, hingga upaya hilirisasi hasil pertanian dan bahkan saat ini Indonesia harus optimis karena beberapa komoditas mulai swasembada, bahkan sudah ekspor.

“Bawang dulu selalu impor, sekarang sudah ekspor ke 6 negara. Begitu juga dengan jagung,” beber Amran bangga.(fat/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi

Comment

Loading...