Mentan Lakukan Kuliah Umum di RSUD untuk Pertamakali

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan kuliah umumnya dihadapan para Dokter di Auditorium Rumah Sakit Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan,(15/2).

Dalam orasinya, Menteri Pertanian (Mentan) menyampaikan kuliah umumnya dengan tema “Pangan dan Nutrisi Sehat sebagai Dasar Layanan Kesehatan di Rumah Sakit”.

Seminar tersebut juga dihadiri oleh Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Mas Guntur Laupe, bersama Kasdam XIV Hasanuddin Brigjen TNI Budi Sulistijono, Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu M.A, perwakilan Pemprov Sulawesi Selatan, dan undangan lain.

Dengan kesempatan tersebut ia menyinggung mengenai peringkat permasalahan gizi (stunting) di Indonesia. Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO), yang menunjukan peringkat stunting Indonesia di angka 29 untuk seluruh dunia.

Menurutnya salah satu penyebab tingkat stunting masih dalam urutan 20 besar yaitu adanya konsumsi gizi yang tidak seimbang.

“Pesoalannya, kita makan sesuai keinginan, bukan kebutuhan. Oleh karena itu kita harus belajar bahwa gizi itu harus seimbang,” Ujarnya.

Selain itu Amran juga mencontohkan kenapa konsumsi gizi di Indonesia bisa menjadi tidak seimbang. Salah satunya adalah perbandingan asupan karbohidrat dengan protein yang masih tak seimbang. Dalam hal ini masyarakat Indonesia mengkonsumsi karbohidrat masih tinggi, mencapai 128 kilogram per kapita per tahun. Sedangkan, untuk protein melalui daging hanya 2,5 kilogram per kapita per tahun.

Bahkan dia juga membandingkan tingkat konsumsi protein yang berasal dari daging, antara Indonesia dengan Australia. Konsumsi daging warga Negeri Kangguru mencapai 65 kilogram per kapita per tahun. “Itu harus ditingkatkan (konsumsi protein) masyarakat kita,” ucapnya.

Dan putra kelahiran Bone ini juga mengajak seluruh pihak mengedukasi masyarakat agar mengonsumsi asupan bergizi seimbang. Salah satu caranya, subtitusi asupan gizi pangan seperti protein.

“Protein bisa dari telur. Telur kita sudah ekspor. Ayam, kita sudah ekspor ke enam negara. Itu berarti jumlah protein di Indonesia cukup,” sebut dia. “Ikan juga melimpah. Kalau tidak salah, kadar proteinnya 17 persen. Persoalannya bagaimana mengedukasi masyarakat hidup sehat.” kata Amran.

Selain menjadi pembicara utama, Amran juga diminta menandatangani prasasti inovasi di bidang pertanian dalam program Pangan dan Nutrisi sebagai Dasar Layanan Kesehatan di Rumah Sakit.(fat/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...