Nasabah Abu Tour and Travel Siap Gigit Jari

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA  Nasabah mulai mempertanyakan keseriusan Abu Tours and Travel karena mereka tak kunjung diberangkatkan untuk menunaikan ibadah umrah. Jasa travel itu bernaung di PT Amanah Bersama Umat. Kantornya di Jalan Ahmad Yani I, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, sejak kemarin (13/2) tutup alias tak beroperasi.

Sejumlah nasabah kebingungan dan tak bisa berbuat banyak. Media ini berusaha mencari sejumlah calon jamaah yang mendaftarkan diri di Abu Tours and Travel. Anton, warga Sambutan, tampak kebingungan ketika mendatangi kantor agen perjalanan umrah tersebut.

“Ya kalau seperti ini, bisa terancam tak jadi berangkat,” sebutnya. Dia juga tak mendapat pemberitahuan jika kantor dua lantai di kawasan Sungai Pinang itu sudah tak beroperasi. Bahkan, kemarin dia melihat aktivitas kantor masih seperti biasanya.

Kaltim Post mencari jamaah lain. MS, pria yang meminta namanya diinisialkan, menyebut sudah melunasi pembayaran untuk keberangkatan 10 anggota keluarganya. “Saya Rp 16 juta per orang, dan semua sudah lunas. Janji Januari, sampai sekarang tak berangkat,” sebut pria berkumis tipis putih tersebut.

MS tak mengetahui bagaimana kerja Abu Tours and Travel. Hanya, MS menyatakan, ada orang-orang yang statusnya sebagai agen yang bertugas untuk mencari calon jamaah yang hendak berangkat. “Awalnya itu keluarga, berangkat lancar terus,” sambungnya.

Anehnya, besaran dana yang harus dikeluarkan jumlahnya beragam. Dari Rp 12–15 juta. Ada pula Rp 16–20 juta, dengan perjalanan selama sembilan hari. Lebih lanjut, MS dan keluarga dijanjikan kembali berangkat 10 Februari lalu. “Nyatanya tidak kunjung jelas. Malah kantornya sudah tutup,” terangnya.

Menelisik lebih jauh, beberapa karyawan Abu Tours and Travel Samarinda mulai “dirumahkan”. Hal itu senada dengan penuturan Nanda, saat dikonfirmasi kemarin. “Saya sementara tidak beraktivitas, yang berwenang mengeluarkan penjelasan dari manajemen di pusat,” ujarnya kemarin.

Dari surat yang dikeluarkan manajemen Abu Tours and Travel 15 Januari lalu, ada pengaturan ulang jadwal keberangkatan (reschedule) jamaah. Pengaturan ulang waktu itu dijelaskan manajemen dalam surat karena ada penyesuaian biaya pajak 5 persen yang baru ditetapkan pemerintah Arab Saudi.

Namun, beban pajak itu semuanya ditanggung perusahaan. Nah, jika tak ada iktikad baik, manajemen Abu Tours and Travel Samarinda pun bakal dipolisikan.

Ditemui terpisah, Kasat Reskrim Polres Samarinda Kompol Sudarsono menuturkan, sejauh ini pihaknya masih menunggu aduan calon jamaah yang pernah mendaftarkan diri di Abu Tours and Travel Samarinda. “Mediasi sudah pernah, tapi kalau masih ada yang janggal, silakan buat laporan,” kata Sudarsono. (*/dra/kri/k8)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...