Waduh! Penjualan Kondom Meningkat Menjelang Valentine Day


FAJAR.CO.ID, TARAKAN – Pergaulan bebas di kalangan anak di bawah umur, bukan rahasia umum lagi. Momen kasih sayang atau yang kerap disebut Valentine yang jatuh setiap 14 Februari, kerap kali diisi dengan kisah cinta mainstream. Yang seharusnya tak pantas untuk dilakukan bagi mereka yang masih pelajar atau belum ada ikatan perkawinan.Radar Tarakan pun mencoba menyambangi salah satu penjual toko alat kontrasepsi yang berada di Jalan Yos Sudarso. Lokasi ini memang sangat dikenal bagi kaula muda maupun kaum lansia. Selain tempatnya yang strategis, untuk mendapatkan satu atau dua keping alat kontrasepsi pun tidak sulit.Tak perlu memperlihatkan kartu tanda penduduk (KTP), atau tanda pengenal lainnya. Cukup, datang dan membayar, maka sudah bisa membawa pulang alat kontrasepsi tersebut.Harga yang diberikan juga bervariasi, tergantung merek alat kontrasepsi yang diinginkan. Mulai dari harga Rp 5 ribu hingga  Rp 8 ribu  untuk per kepingnya. Namun, berdasarkan pengakuan dari salah seorang pedagang kaki lima yang juga menjual alat kontrasepsi, mengatakan merek alat kontrasepsi yang paling banyak diminati anak kaula muda ialah, merek “S”. j“Mereka kadang kalau datang cari yang merek S,,” ungkap pria yang sudah 14 tahun berjualan di kawasan pasar di Jalan Yos Sudarso.Menurutnya, kebanyakan yang membeli alat konstrasepsi itu, pemuda yang berusia sekitar 17 – 23 tahun. “Masih muda yang beli. Rata-rata ya. Tapi ada juga yang masih kayak anak sekolah,” ujarnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...