Waduh! Penjualan Kondom Meningkat Menjelang Valentine Day


Bahkan, dari pengakuan si penjual yang enggan dikorankan namanya itu, pembelian kondom mulai meningkat beberapa hari belakang. Sejak dua hari lalu ia bisa menjual sekitar lima sampai tujuh kotak kondom merek lokal. Per kotaknya ada tiga saset kondom.“Kadang saya nggak pernah nanya juga sih. Yang penting mereka bayar. Kalau mereka pakai buat apa, itu urusan mereka. Saya kan hanya jual saja. Kadang kalau usia yah tebak-tebak aja, kadang mereka menggunakan masker juga saat membeli,” bebernya.Melihat kondisi tersebut, anggota Komisi II DPRD Kota Tarakan, Syamsudin Arfah turut berkomentar. Dalam melakukan pengawasan ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan perlu adanya kerja sama antar pihak. Karena, ini tentunya untuk mengantisipasi dampak negatif dari perayaan Valentine.“Seluruh apotek maupun penjual kaki lima memperketat penjualan kondom bagi pelajar maupun anak di bawah umur,” kata Syamsudin.Selama pintu itu masih terbuka. Maka semakin mudah juga para pelajar ini untuk mendapatkan alat kontrasepsi. “Kalau ini tidak dilakukan kita akan kebobolan. Dan akan terus terjadi, di momen kasih sayang yang disalah artikan seperti ini,” jelasnya.Syamsudin menilai, pergaulan anak-anak di Tarakan ini sudah sangat mengkhawatirkan. Seperti banyaknya beredar di akun media sosial, di mana ada anak perempuan yang diketahui tidak pulang-pulang ke rumahnya. Dan saat dirazia, sang anak perempuan tersebut malah ditemukan di sebuah hotel.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar