Anak Punk BAB Sembarangan, Rupanya Ada yang Bawa Obat Terlarang


FAJAR.CO.ID — Satreskoba Polres Penajam Paser Utara (PPU) telah menetapkan satu tersangka dari empat anak punk yang diserahkan Satpol PP PPU, kemarin (14/2/2018).Keempat anak punk yang berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu yakni RA (19), HA (18), NR (18), dan SO (17). Tetapi yang ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilihan obat-obatan terlarang hanya HA (18) warga Desa Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Banjarmasin.Kasat Reskoba Polres PPU Iptu Tri Riswanto mengungkapkan, pihaknya hanya menetapkan satu tersangka karena tiga anak punk yang lainnya tidak terbukti memiliki obat-obatan terlarang. “Hasil pemeriksaan yang memiliki barang bukti itu hanya HA. Kemudian dijual ke teman-temannya yang lain,” kata Tri Riswanto, Kamis (15/2/2018).Usai pemeriksaan, tiga anak punk yang tidak memenuhi unsur pidana itu dilepas. Namun, mereka akan kembali dipanggil oleh pihak kepolisian pada saat sidang perkara. “Mereka masih akan dipanggil kalau sidang di pengadilan,” terangnya.Barang bukti obat-obatan terlarang yang diamankan dari tersangka HA sebanyak 45 butir. Barang bukti ini dibawa oleh pelaku dari Banjarmasin. “Barang buktinya itu ada beberapa jenis obat. Sebanyak 21 butir dextro, 14 butir pil koplo, 8 butir lexotan, dan 2 butir zenith,” ungkapnya.Tersangka HA mengaku membeli 100 butir obat-obatan terlarang di Banjarmasin sebelum berangkat dengan tujuan mengikuti festival musik di Samarinda. Tetapi, sebagian besar telah dikonsumsi sebelum singgah beristirahat di Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, PPU. “Memang ada yang jual obat seperti ini di Samarinda,” ujar anak punk berusia 18 tahun ini.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar