Cabuli Korbannya di Kandang Ayam, Pelaku Terancam Penjara 15 Tahun

Minggu, 18 Februari 2018 - 19:56 WIB
FAJAR.CO.ID, BONE — Meski dilaporkan atas kasus pencabulan, para pelaku yang sudah berusia paruh baya, berdalih tidak berbuat senonoh kepada bocah anak di bawah umur di Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, sebut saja Bunga (9).
Pada kasus ini, ada tiga pelaku yang berhasil diringkus oleh Unit 2 Resmob Polres Bone. Mereka adalah Taipa (60), Rabang (65), dan TY (13). Seperti Taipa yang berprofesi buruh pelabuhan mengaku, dia hanya memegang paha korban. Tetapi tidak menyetubuhi seperti yang dilaporkan kepadanya.
“Saya tidak begitu. Saya sudah anggap anak (korban). Cuma pegang paha,” ujar pria yang memiliki hubungan keluarga dengan korban.
Hal sama juga dikatakan pelaku lainnya, Rabang (65). Diakuinya, hanya memeluk korban lantaran sudah menganggap korban sebagai cucunya sendiri.”Saya juga cium pipinya. Saya juga biasa kasih uang ke dia (korban). Tetapi tidak melakukan hal itu (pemerkosaan),” tutur Rabang.
Kasus bejat ini terungkap setelah korban didampingi guru dan orang tuanya melaporkan perbuatan tidak senonoh yang dialaminya ke polisi. Pasca menerima laporan, polisi kemudian bergerak cepat.
Diketahui, Taipa memberhentikan korban yang sedang berjalan kaki menuju ke sekolahnya.  Kemudian mengarahkan Bunga ke semak-semak dan digagahi.
Sementara untuk Rabang, pelaku memanggil Bunga saat korban melintas berjalan kaki untuk menghadiri pesta ulang tahun teman sekolahnya. Korban menurut, pelaku kemudian mengajak Bunga masuk ke dalam rumah kebun dan menyetubuhinya.
Sedangkan TY, berbuat tidak senonoh kepada gadis sembilan tahun saat korban melintas dengan berjalan kaki. TY mengajak korban menuju ke kolong rumah ipar korban. Lalu masuk ke dalam kandang ayam. Di lokasi ini,  TY melancarkan aksi bejatnya.
Sementara itu korban, Bunga, di hadapan penyidik mengaku mendapatkan ancaman akan dipukul bila menceritakan kepada orang tuanya terkait hal-hal tidak senonoh yang dialaminya dari para pelaku. “Ada yang berbuat satu kali dan ada yang berbuat lebih dari satu kali,” tutur Bunga.
Ada pun Wakapolres Bone, Kompol Dodik Susianto, berujar, meski pelaku menampik berbuat asusila kepada korban, kasusnya terus bergulir. Pihaknya sementara menunggu hasil visum.”Modus pelaku menganggap korban sebagai anak. Atas perbuatan pelaku, ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” tandasnya.
Pemerhati Anak dan Perempuan Kabupaten Bone, Martina Majid, menuturkan, pihak kepolisian harus jeli menangani kasus cabul tersebut. “Meski pelaku cabul tidak mengakui perbuatannya, kita lihat bukti lainnya,” pungkasnya. (smd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.