Ibu Hamil Kecelakaan, Kaki Diamputasi, Bayi yang Lahir Prematur Meninggal

0 Komentar

Siti Zaenab, 29, guru TK Roudotul Mujtahidin, mengalami kecelakaan yang mengharuskannya kehilangan kaki kirinya. Tak hanya itu, bayinya yang lahir prematur kemudian meninggal dunia.

===================

DUKA mendalam terlihat dari warga yang hilir mudik di rumah berukuran sedang dan sederhana di Dusun Sadan Tengah, RT 2/RW 3, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo. Pentakziah terlihat ikut berduka dengan peristiwa yang baru saja dialami si pemilik rumah rumah.

Rumah itu adalah kediaman pasutri Ijiono, 34 dan Siti Zaenab, 29. Pasangan suami istri (pasutri) ini, terlibat kecelakaan lalu lintas pada Sabtu (10/2/2018) lalu sekitar pukul 10.00, di ruas jalan nasional jurusan Surabaya-Malang. Tepatnya di Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Saat itu, pasutri ini berboncengan mengendarai motor Honda Vario nopol N 6905 TBN. Keduanya melaju dari arah utara ke selatan. Sesampainya di ruas jalan tersebut, motor mereka diserempet motor pengendarai lain yang melaju dari arah bersamaan. Akibatnya, pasutri ini terjatuh.

Rumah korban yang terus dikunjungi kerabat, kawan dan warga, usai kejadian kecelakaan. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Nahas, saat itu melintas dump truck nopol W 8519 UN muat pasir. Dump truck yang dikemudikan Sholihin, 40, asal Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, itu melindas kaki kirinya.

Tak ayal, kaki kiri korban robek dan remuk. Korban yang tengah hamil 8  bulan itu, kemudian dilarikan ke UGD Puskesmas Sukorejo. Karena kondisi lukanya parah, korban dirujuk ke RS Saiful Anwar Malang.

“Anak saya kondisinya masih kritis. Kakinya telah diamputasi hingga ujung paha. Suaminya masih menjaga di rumah sakit,” jelas Abdul Hasan, ayah Siti Zaenab.

Penderitaan Siti –sapaan akrabnya – kian bertambah, setelah bayinya dilahirkan. Bayi berjenis kelamin pria yang diberi nama Muhammad Sahid itu, meninggal dunia setelah dilahirkan. Jasadnya kemudian dimakamkan oleh keluarga di tempat pemakaman umum desa setempat di malam harinya.

“Bayi dalam kandungannya, saat kejadian kecelakaan masih hidup. Namun, begitu lahir selang beberapa hari setelah kecelakaan, akhirnya meninggal dunia,” tukasnya.

Kejadian ini sama sekali tak dibayangkan oleh Abdul Hasan dan Dariyati, istrinya. Mereka shock mendengar anaknya kecelakaan. Mereka semakin terpukul begitu mengetahui cucunya meninggal dunia.

Hasan, sapaan akrabnya kini hanya bisa pasrah. Ia berharap Siti bisa segera pulih. “Doa kami sekeluarga dan warga di kampung, semoga ia cepat keluar dari massa kritis dan sembuh kembali,” tukasnya.

Siti Zaenab ketika kecelakaan Jalan raya Sukorejo, tepatnya di Lemahbang, Sabtu (10/2) lalu. (Foto: IST)

Sesaat setelah kejadian kecelakaan tersebut, kerabat dan tetangganya di kampung, langsung melakukan penggalangan dana. Uang yang terkumpul dari penggalangan dana ini, diberikan ke pihak keluarga melalui ayah korban.

“Tiap harinya tamu terus berdatangan ke rumah korban. Selain menanyakan kabar korban, juga memberi bantuan dana pula. Ini, terus berlanjut hingga sekarang. Berapa yang sudah terkumpul, belum bisa kami sebutkan,” terang Kades Kalirejo M. Husein, yang juga berkunjung ke rumah korban. (br/fun/zal/fun/JPR)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...