Sudah Tiga Siswi SMA yang Digilir Empat ABG

Minggu, 18 Februari 2018 - 16:10 WIB

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN  –   Ya ampuuun, Kota Beriman semakin tidak aman. Saat Hari Jadi ke-121 Kota Balikpapan, 10 Februari 2018, seorang gadis yang sedang naik motor di kawasan Sumber Rejo menjadi korban jambret digiring ke rumah kosong dan diperkosa secara bergiliran oleh dua pria. Belum lagi kedua pelakunya tertangkap, selang tiga hari kemudian kasus pemerkosaan kembali terjadi. Kali ini korbannya tiga siswi SMA negeri di Kota Balikpapan.

Sebut saja Mawar dan Melati keduanya saudari kembar, serta Bunga yang tinggal di wilayah Balikpapan Kota. Ketiganya masih berusia 16 tahun dan diduga telah dicabuli oleh empat orang pelaku yang semuanya masih tergolong anak baru gede (ABG) yakni MR (17), AR (16), HR (16),  dan FN (17).

Peristiwa memalukan itu berawal pada Senin (12/2) pukul 07.00 Wita. Mawar dan saudari kembarnya Melati janjian bertemu dengan Bunga di kawasan Karang Jati, Balikpapan Tengah. Kakak beradik berparas ayu ini memutuskan untuk bolos sekolah namun terlebih dahulu menemui Bunga. Saat ketiganya berjumpa, mereka sepakat untuk tak belajar di kelas dan ngelencer ke kawasan Banua Patra. Belum puas ngabuburit, masih menggunakan seragam sekolah ketiganya pergi ke Gang Jambu Karang Jati, Balikpapan Tengah.

“Dari hasil keterangan yang kita kumpulkan, sekira pukul 20.00 Wita, ketiga korban bertemu dengan dua orang yang diduga pelaku berinisal MR (17) dan AR (16). Ketiga korban ini kenal dengan pelaku,” beber Kasat Reskrim Polres Balikpapan, AKP Ruslaeni.

Kemudian oleh pelaku ketiga gadis SMA ini diajak ke rumah pelaku lainnya berinisial HR (16). Mereka lantas menonton televisi di ruangan tamu rumah pelaku, karena saat itu ketiganya takut pulang ke rumah lantaran takut dimarahi oleh orangtua. Sekira pukul 20.30 Wita, HR pemilik rumah datang dan memang telah mengetahui tentang keberadaan tiga korban di rumahnya. Setelah itu mereka berenam nonton TV hingga larut malam. Selasa (13/2) dini hari sekira pukul 00.30 Wita, seorang pelaku lagi berinsial FN (17) datang ke rumah HR dan dia langsung bergabung bersama teman-temannya menonton TV hingga pukul 02.00 Wita.

Usia menonton TV, ketiga korban kemudian naik ke lantai atas rumah HR untuk tidur. Saat itulah, HR, MR dan AR turut ikut naik ke lantai atas.  Sesampainya di lantai atas merekapun saling berpasangan. HR dengan Bunga, MR dengan Melati, dan AR dengan Mawar.

“Setelah itu ketiga pelaku ini mencoba merayu pasangan masing-masing untuk melakukan hubungan badan, namun ketiga korban saat itu masih menolak dan persetubuhan belum terjadi saat itu,” paparnya.

Pukul 15.00 Wita, MR kembali merayu Melati untuk melakukan hubungan layaknya suami istri, dan rayuan maut MR akhirnya berhasil. Melati digarap satu kali oleh MR di ruang tempat menonton TV satu kali. Malam harinya sekira pukul 20.00 Wita, giliran AR melancarkan rayuan gombalnya terhadap Mawar agar bisa menikmati kemolekan tubuh korban. AR pun berhasil menyetubuhi Mawar satu kali di depan ruang TV.

Meski sudah berada dua malam di rumah HR, ketiga korban tidak diperbolehkan ke rumah, dengan alasan agar tidak diketahui tetangga sekitar. Sementara untuk membeli makanan HR dan AR membeli secara bergantian.

Hari Ketiga, Rabu (14/2) sekira pukul 04.00 Wita, giliran Bunga dirayu untuk melakukan hubungan intim dengan  HR. Akan tetapi ajakan itu selalu ditolak oleh korban. Hingga akhirnya korban dicabuli dengan cara memasukan jari pelaku ke kelamin korban. Di waktu yang sama Mawar kembali diajak berhubungan intim dengan FN, hubungan itu pun terjadi di ruang tamu.

“Setelah itu pagi harinya sekira pukul 06.00 Wita, ketiga korban pulang ke rumah masing-masing. Dan langsung menceritakan kejadian tersebut ke orangtuanya,” katanya perwira berpangkat tiga balok di pundak.

Mendapat informasi itu, kepolisian langsung melakukan visum terhadap ketiga korban. Pihak kepolisian juga belum dapat meminta keterangan kepada korban lantaran mereka masih dalam kelelahan.”Empat anak yang diduga melakukan tindak pidana tersebut sudah kami amankan dan sedang dilakukan interogasi oleh anggota kami,” pungkasnya.

Sementara itu, saat ini pihak orangtua korban belum membuat laporan polisi karena masih akan membicarakan permasalahan ini dengan keluarga para korban dan pelaku. “Mereka katakan akan kembali besok untuk melaporkan keputusannya seperti apa melapor atau tidak,” tandasnya. (pri/yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *