Takut Ketahuan Mesum di Kamar Hotel, Pasangan Wanita Pura-pura jadi Selimut

Minggu, 18 Februari 2018 - 18:36 WIB

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- Tak ingin Samarinda dijadikan ajang pergaulan bebas di malam Valentine, petugas Satpol PP melakukan razia ke hotel kelas melati dan sejumlah guest house, Kamis (15/2) dini hari kemarin.

Razia yang digelar sekitar pukul 01.00 Wita itu menyasar sejumlah hotel kelas melati di Jalan Merdeka dan di Jalan Pahlawan. Sementara untuk Guest House petugas melakukan razia di Jalan Ahmad Yani.

Hasilnya, petugas berhasil mengamankan 10 warga, empat di antaranya merupakan pasangan muda-mudi yang kedapatan tengah berbuat mesum di dalam kamar.

Ironisnya, meski sudah tertangkap, sejumlah pasangan mesum masih berupaya meminta petugas agar bisa dilepaskan dengan berbagai alasan. Namun usaha itu sia-sia. Petugas tetap membawa mereka untuk proses lebih lanjut.

Dalam razia tersebut, petugas sempat tersulut emosi. Salah satu kamar guest house dikawasan Jalan Ahmad Yani, tidak mau membukakan pintu. Namun setelah menunggu beberapa waktu hingga mengetuk berulang-ulang, penghuni kamar menyerah dan mau keluar dari dalam kamar.

Saat dilihat, ternyata penghuni kamar itu adalah sepasang muda-mudi yang tengah menikmati malam valentine. Meski sudah dicurigai mereka adalah pasangan mesum, namun prianya yang anghadap petugas. Sementara pasangan wanita bersembunyi sembari pura-pura jadi tumpukan selimut. Petugas takmau berlama-lama, yang pria dicokol dan wanitanya juga diangkut ke mobil patroli.

Kasi Oprasional dan Penindakan, Satpol PP Samarinda, Teguh Setya Wardana mengaku sengaja menggelar razia di malam Valentine karena tidak ingin hari kasih sayang itu dijadikan sebagai hari pergaulan bebas oleh para pasangan bukan suami istri.

“Dalam razia ini kami setidaknya menurunkan 60 personel lengkap dengan kendaraan pengangkut. Dan dari hasil razia kami dapati masih ada pasangan muda-mudi tanpa ikatan nikah, tengah asik ngamar merayakan Valentine,” kata Teguh.
Ditambahkannya, selain empat pasangan mesum, petugas juga mendapati 4 pemuda yang tengah menginap tanpa membawa identitas diri dengan berbagai alasan. Mereka langsung dibawa oleh petugas ke kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan.
“Seluruh pemuda yang terjaring, selanjutnya kami berikan pembinaan dengan memanggil pihak orang tua masing-masing. Dan sebelum kita kembalikan kepada orang tua mereka, terlebih dahulu membuat surat pernytaan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya,” terang Teguh.
Sementara itu, salah seorang pemuda yang kedapatan ngamar mengaku, dirinya sekamar dengan tunangannya dan sebentar lagi bakal menikah bulan depan.”Ini calon istri saya, saya bisa buktikan,” kata HS (29). (kis/beb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *