Tindakan Paspampres Halangi Anies Dinilai Sangat Tidak Etis

Minggu, 18 Februari 2018 - 23:34 WIB
Paspampres mencegah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendampingi Presiden Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

FAJAR.CO.ID — Viralnya potongan video detik-detik Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, diadang Paspampres untuk mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan trofi Piala Presiden 2018 menuai macam respons.

Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, menyebut, hal tu tersebut sebagai peristiwa yang sangat memalukan. Alasannya, apa yang dialami Anies itu disiarkan langsung dan ditonton oleh berbagai orang di belahan dunia lain.

Terlebih, Anies adalah Gubernur DKI Jakarta dan juara Piala Presiden 2018 itu adalah Persija Jakarta.

“Ini sangat keterlaluan dan sangat tidak etis,” kata Lieus, Minggu (18/2/2018).

Lebih lanjut, ia menyebut insiden itu dianggapnya menjadi persolan besar bangsa Indonesia dan tak sekadar urusan politik. Sebab, hal itu juga menyangkut etika berbangsa dan bernegara.

“Bagaimana kita bisa dihargai dan dihormati bangsa-bangsa lain kalau terhadap seorang gubernur pun kita tidak menghargai dan menghormatinya?” kata Lieus.

Lieus pun menyayangkan sikap tidak sportif Steering Committe Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Sebagaimana diketahui, Marurar sebagai SC bahkan tidak meminta Anies turun ke lapangan sekadar memberi hadiah kepada Persija sebagai pemenang.

“Nilai sportivitas yang sudah cukup baik dalam turnamen tersebut akhirnya rusak hanya karena disusupi oleh kepentingan-kepentingan politik sesaat. Sayang sekali,” sesal Lieus.

Karena itu, lanjutnya, Paspampres harus meminta maaf secara terbuka atas kejadian ini.

Tidak hanya kepada pak Anies secara pribadi, tapi juga kepada warga Jakarta. Alasannya, Anies adalah Gubernur Jakarta.

“Apa yang dalami pak Anies itu bukan hanya mempermalukan pak Anies pribadi, tapi juga mempermalukan semua warga Jakarta yang memilihnya sebagai gubernur,” jelas Lieus.

Untuk diketahui, berdasarkan kebiasan yang selam ini terjadi, gubernur memang selalu menampingi presiden saat ada kegiatan di provinsi.

Ada empat keanehan yang terjadi dalam peristiwa penghadangan Anies Baswedan oleh Paspampers.

Keanehan pertama, pertandingan dikukan di SUGBK yang terletak di DKI Jakarta.

Keanehan kedua, pemenang gelaran pra musim Piala Presiden 2018 itu adalah Persija Jakarta.

Keanehan ketiga, dalam tradisi yang berlaku, gubernur biasanya mendampingi presiden pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di sebuah provinsi.

Keanehan keempat, dalam Piala Presiden 2015 lalu, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama ikut mendampingi Presiden Jokowi saat menyerahkan tropi.

Laga final Piala Presiden 2018 sendiri mempertandingkan Persija melawan Bali United di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Dalam pertandingan itu, Persija keluar sebagai juara setelah menutup laga dengan kemennagan tiga gol tanpa balas. (sam/rmol/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.