Tunggu Kejelasan Formasi CPNS dari Kementrian

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- Formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk memenuhi kebutuhan ribuan pegawai di Pemkot sudah diserahkan ke Kementerian Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Saat ini Pemkot tinggal menunggu keputusan dan hasil dari kementerian.

Kepala Badan Pelatihan Kepegawaian Daerah (BPKD) Samarinda, Arliansyah menjelaskan, selain menunggu keputusan menteri, Pemkot sebelumnya sudah lakukan pengkajian. Di antaranya berdasarkan hasil Analisasi Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK). Selain itu penambahan komposisi menyesuaikan pula dengan kebutuhan PNS di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Arliansyah menambahkan persentase PNS yang perlu diisi ada 50 persen.

“Untuk tenaga pengajar. Sisanya untuk formasi tenaga kesehatan dan pekerjaan umum,” bebernya. Namun untuk saat ini pihaknya pun masih menunggu jawaban dari kementerian.

Selain menunggu kejelasan, pihaknya juga tidak tahu jadwal rekrutmen CPNS tersebut. Katanya yang menentukan semua itu adalah kementerian.  “Yang menentukan pihak kementerian. Saya tidak bisa berkomentar sekarang,” imbuhnya.

Ketika kementerian sudah memberi jawaban berapa formasi yang disetujui, barulah jawal rekrutmen CPNS bisa disampaikan. Kata Arli, waktu pelaksanaan harus mengikuti rekomendasi dari kementerian. Begitu pula untuk jumlah dan formasinya. “Sekarang kami menunggu saja. Kemungkinan perekrutan terlaksana di pertengahan tahun, tapi itu belum pasti. Tunggu sajalah rekomendasi kementerian,” tutup Arli.

Sebelumnya Siami Misnam, Kabag Organisasi Setkot Samarinda menjelaskan, proses analisa tidak mudah dan memakan waktu beberapa bulan. Adapun tugas analisa yang dilakukan Siami cs adalah mengkaji usulan dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Seperti mengenai perlu tidaknya melakukan perekrutan baru atau cukup dengan formasi awal. Sebagian besar OPD katanya mengusulkan penambahan tenaga. Alasannya karena ada beberapa PNS yang memasuki masa purnatugas, sehingga butuh regenerasi.

Siami mencontohkan, Dinas Perpustakaan butuh tenaga kebersihan untuk taman edukasi yang di Jalan Kusuma Bangsa. Karena cakupan kerja hingga Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan Pahlawan, estimasi tenaga yang dibutuhkan mencapai enam orang. Memang jumlah SDM berpengaruh terhadap kinerja OPD. “Semakin banyak orang, ternyata tugas semakin ringan,” jelas Saimi.

Namun jumlah tenaga yang kemungkinan diberikan tidak sebanyak permintaan. Kalau OPD terkait tetap bersikeras, maka pilihannya cuma dua, mempekerjakan tenaga baru tersebut dengan sistem outsourcing atau perbaharuan kontrak. “Atau masuk di jabatan struktural, tapi jumlahnya dibatasi,” katanya. Dan hal itu pun diberlakukan bagi semua OPD. (cyn/beb)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...