Fahri Hamzah: Nazaruddin dan KPK Bersekongkol

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) M Nazarudin kembali melontarkan tuduhan tentang kasus korupsi ke arah politikus di DPR RI. Kali ini sasaran tudingan Nazaruddin adalah Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Terpidana kasus suap Wisma Atlet SEA Games itu mengaku punya bukti tentang Fahri terlibat korupsi. Kasusnya terjadi saat Fahri menjadi wakil ketua Komisi III DPR 2009-2014.

Menanggapi hal itu, Fahri Hamzah mengaku sudah mendengar langsung rekaman pernyataan Nazaruddin tersebut. Menurutnya, ada dua kalimat yang paling banyak dikatakan oleh Nazaruddin saat itu.

“Saya sudah mendengar rekamannya. Kalimat yang paling banyak dia katakan pertama adalah kita serahkan kepada KPK. Kalimat kedua yang paling banyak katakan adalah saya telah banyak membantu KPK selama ini. Dan berikutnya dia sampaikan bahwa sudah katakan banyak nama selama ini untuk ditindaklanjuti oleh KPK,” kata Fahri Hamzah.

Menurut Fahri dari pernyataan Nazaruddin tersebut tampak persekongkolan antara KPK dan Nazaruddin sangat dalam. Oleh sebab itu dapat diambil kesimpulan bahwa yang dilakukan Nazaruddin adalah bentuk kekecewaannya terhadap dua hal.

“Pertama, asimilasinya yang tertunda, karena bocornya dokumen KPK yang menjamin bahwa Nazar sudah tidak punya kasus. Kedua, bocornya kembali dokumen pemeriksaan pansus angket yang sekarang sudah menjadi lampiran laporan angket tentang ratusan kasus Nazar yang ditahan oleh KPK,” sambungnya.

Oleh karena itu, Fahri menyimpulkan persekongkolan antara Nazaruddin dan KPK tersebut telah menjadi problem keamanan nasional. Itulah sebabnya dengan kesimpulan pansus angket berakhir maka Komisi III dan Komisi I selayaknya mempertimbangkan persoalan tersebut sebagai persoalan keamanan nasional.

“Sebab semua peristiwa hukum belakangan ini nampaknya merupakan hasil dari satu persekongkolan yang luar biasa yang substansinya sebetulnya hilang. Inilah yang harus kita cermati, saya akan memantau kejadian-kejadian ini untuk menuntaskan persekongkolan yang telah merusak nama baik dan keamanan bangsa Indonesia kedepan,” tandasnya. (Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...