Bahas Utang Negara, Tommy Soeharto: Sangat Memprihatinkan


FAJAR.CO.ID — Ketua Dewan Pembina Partai Beringin Karya (Berkarya), Hutomo Mandala Putra atau yang biasa dikenal dengan Tommy Soeharto, kembali mengungkapkan kekhawatirannya terkait utang luar negeri Indonesia. Menurutnya, utang negara sudah tergolong memprihatinkan.Tommy melihat kenaikan utang negara tanah air telah mencapai tujuh kali lipat dari zaman kepemimpinan orde baru.Diketahui, pada kepemimpinan sang bapak pembangunan bangsa, Soeharto, utang Indonesia berkisar 54 miliar dolar. Namun, saat ini terus mengalami kenaikan hingga mencapai angka 340 miliar dolar.”Kita sebetulnya sangat memperhatinkan soal utang negara yang sudah sampai 340 miliar dolar dan kalo ditanyakan kepada presiden atau menteri keuangan kapan itu akan lunas tidak ada yang tau dengan itu,” ucap Tommy dalam pidato sambutannya pada acara silaturahmi nasional seluruh kader Berkarya yang dilaksanakan di Graha Granadi, Jakarta.Selain itu, Tommy mengungkapkan, perubahan ekonomi pun terasa di berbagai bidang kehidupan. Diantaranya, pada industri yang bergerak di bidang properti dan tambang.”Pada waktu itu juga jalan jalan baik, kemudian pabrik semen juga berjalan baik, Krakatau Steel berjalan baik, tapi sekarang semuanya sangat memprihatinkan,” ungkapnya.Lebih lanjut, Tommy menuturkan, pihaknya pun menyoroti mengenai proyek pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara masif oleh pemerintah. Dia tidak tidak pungkiri bahwa masyarakat membutuhkan infrastruktur yang baik dan besar.Namun, kata Tommy, seharusnya Infrastruktur itu dapat membantu transportasi barang dari satu titik ke titik lain agar lebih murah. Sebab, yang terjadi saat ini yang terjadi belum mencapai titik itu.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar