Gereja di Rusia Ditembaki, Lima Orang Terbunuh

Selasa, 20 Februari 2018 - 03:18 WIB
Police officers stand guard next to a courthouse in Moscow on December 30, 2014, during the verdict announcement in a Russian opposition leader's fraud trial. A Russian court on December 30 handed a 3.5-year suspended sentence to top Kremlin critic Alexei Navalny in his controversial fraud trial, after abruptly moving forward the reading of the verdict. Judge Yelena Korobchenko found Navalny and his brother Oleg guilty of embezzlement. But while Navalny received a suspended sentence, his brother was handed a 3.5-year prison term and handcuffed in the courtroom in a move that Navalny angrily denounced as political 'pressure.' AFP PHOTO / YURI KADOBNOV (Photo credit should read YURI KADOBNOV/AFP/Getty Images)

FAJAR.CO.ID — Seorang pria bersenjata menyerang sebuah gereja di Kota Kizlyar, sebuah kota berpenduduk
sekitar 50.000 orang di wilayah Dagestan, bagian selatan Rusia. Lima orang dilaporkan terbunuh.

Korban tewas itu adalah dua anggota dinas keamanan setempat, dua warga sipil, serta seorang wanita.

Kantor berita Interfax melaporkan bahwa polisi berhasil melumpuhkan penyerang tersebut, yang telah diidentifikasi sebagai seorang pria berusia 22 tahun.

Saat mayatnya diperiksa, petugas keamanan menemukan sejumlah peluru dan pisau bersama senapan berburu yang digunakan.

Insiden ini terjadi pada Maslenitsa, sebuah liburan Kristen yang menandai hari terakhir sebelum Prapaskah menurut kalender Ortodoks timur. Belum jelas apa motif untuk penembakan diwilayah mayoritas muslim tersebut. (Metro/amr/fajar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.