Nazaruddin Punya Banyak Kasus Korupsi, Fahri Hamzah: Hukuman Mati

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah beberkan korupsi yang menjerat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin yang sekarang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Jawa Barat.

Nazaruddin di tahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terlibat dalam kasus korupsi Hambalang di massa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden RI. Nazaryuddin sempat dijadikan sebagai Justice Collaborator atas korupsi E-KTP yang melibatkan mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Setelah Setya Novanto ditahan, tersiar kabar KPK siap menjamin asimilasi kepada Nazaruddin karena sudah membantu KPK membongkar korupsi E-KTP.

Namun, rencana KPK memberikan asimilasi kepada Nazaruddin gagal, karena Fahri Hamzah terus melayangkan kritik kepada lembaga anti rasuah itu. Atas kegagalan itu, Nazaruddin lantas mengklaim bahwa dirinya memiliki bukti korupsi yang dilakukan oleh Fahri Hamzah saat menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Tak terima dengan tudingan itu, Fahri lantas membongkar semua kasus korupsi yang dilakukan oleh Nazaruddin selama ini. Menurut Fahri, berdasarkan dengan putusan pengadilan, Nazaruddin akan bebas dari penjara pada tahun 2025.

Tetapi, dengan jumlah kasus korupsi yang dilakukan oleh Nazaruddin, mantan kader Partai Demokrat itu seharusnya dihukum seumur hidup. “Seharusnya Nazar bebas tahun 2025, tapi dengan kasus sebanyak ini, seharusnya Nazar dihukum seumur hidup. Bahkan hukuman mati,” kata Fahri di akun twitternya pada, Selasa (20/2).

Salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini bingung dengan persekongkolan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dengan Nazaruddin untuk diberikan kebebasan. “Kok malah diajak sekongkol dan mau dibebaskan,” ucap Fahri.

 

Fahri menuding, persekongkolan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dan Nazaruddin ini adalah aksi main gila dan sandiwara hukum. “Semua ini main gila dan sandiwara hukum. Ini Persekongkolan jahat,” tutup Fahri. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...