Ngamuk Usai Konsumsi PCC, Amir Tewas Diterjang Pelor

Selasa, 20 Februari 2018 - 09:56 WIB
Barang bukti Pil PCC yang disita petugas Polsek Makassar. (Foto: Syamsul Alam/FAJAR.co.id)

FAJAR.CO.ID, LUTIM — Seorang pengguna pil Paracetamol, Caffein dan Carisoprodol (PCC) akhirnya tewas bersimbah darah di depan sebuah toko kelontong di Kecamatan Tomoni, Luwu Timur, Senin (19/2/2018). Pihak kepolisian terpaksa mengambil langkah melumpuhkan tersangka Amri qlias Ari (26), lantaran dirinya terus mengamuk dan menyerang aparat dengan sebilah parang.

Kapolres Luwu Timur, AKBP Leonardo Panji Wahyudi kepada awak media, Senin (19/02) membenarkan adanya penembakan yang dilakukan oleh anggota Kepolisian.

Menurutnya, penembakan tersebut terpaksa dilakukan karena Amri menyerang anggota Komando Rayon Militer (Koramil) dan anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Mangkutana.

“Tersangka (Amri) telah menyerang anggota Koramil dan Polsek Mangkutana. Tersangka diduga telah mengkonsumsi obat Pil Paracetamol, Caffeine, dan Carisoprodol (PCC),” ungkapnya.

Leonardo menjelaskan, tersangka mengamuk dengan menggunakan sebilah parang di Pasar Wonerejo dan menghadang kendaraan yang melintas di jalan raya dan masyarat sekitar pasar tersebut.

Setelah itu, lanjut Leonardo, pelaku menahan sebuah kendaraan mobil truk dan menumpanginya menuju kecamatan Tomoni. Di tempat ini, tersangka masih melakukan hal yang sama. Polisi pun berusaha menghentikan aksi pelaku.

Hanya saja, kata Leonardo, pelaku tetap mengamuk dengan menggunakan sebilah parang. “Karena tindakan pelaku saat itu sudah mengancam keselamatan jiwa masyarakat sekitar dan petugas yang akan mengamankan sehingga ditembak,” ungkapnya.

Sebelum kejadian penembakan dilakukan, kata Leonardo, tersangka telah melakukan penganiayaan terhadap beberapa masyarakat, seorang anggota Koramil Mangkutana, dan seorang anggota Polsek Mangkutana.

“Bukan hanya itu, ia juga merusakkan barang milik pedagang, sehingga petugas memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali namun pelaku tidak menghiraukan bahkan semakin mengamuk,” ungkapnya.

Setelah dilumpuhkan, tersangka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I La Galigo untuk mendapatkan perawatan medis. Hanya saja, tersangka tidak dapat diselamatkan atau meninggal dunia dalam perjalanan. (Alpian/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.