Setya Novanto Laporkan Arif Wibowo dan Mekeng ke KPK

Selasa, 20 Februari 2018 - 06:47 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Terdakwa dugaan perkara korupsi e-KTP Setya Novanto mengaku telah melaporkan anggota Komisi II DPR Arif Wibowo dan mantan Ketua Badan Anggaran DPR Melchias Markus Mekeng ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal tersebut disampaikan mantan Ketua DPR ini usai mendengarkan keterangan Arif, Mekeng dan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazarudin saat bersaksi untuk dirinya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat.

Novanto menuturkan, pelaporan Arif dan Mekeng berdasarkan keterangan Andi Agustinus alias Andi Narogong yang menyampaikan langsung kepada mantan Ketua Umum Partai Golkar ini.

“Soal Pak Arif dan Mekeng, itu sudah saya laporkan ke penyidik (KPK). Atas pelaporannya saudara Andi,” ujar Novanto.

Meski demikian, Novanto tidak menjelaskan secara rinci soal laporannya ke penyidik lembaga antirasuah.

Dalam persidangan Arif dan Mekeng disebut majelis hakim saat membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Nazaruddin, ikut menerima uang panas proyek e-KTP.

Anggota majelis hakim pun mengonfirmasi soal kesaksian Nazaruddin terkait penerimaan uang ke sejumlah anggota DPR.

“Kemudian saudara mengetahui Andi Agustinus memberikan uang ke anggota DPR terkait anggaran. Saudara menyebutkan ada nama Chairuman Harahap, Ganjar Pranowo, Agun Gunandjar, Arief Wibowo, kemudian Khatibul Umam Winaru, Mustokoweni, Ignatius Mulyono, Taufik Effendi, Teguh Juwarno, Melchias Marcus Mekeng. Saudara ini jangan sampai ada fitnah, benar enggak?” tanya hakim Emilia.

“Catatannya seperti itu yang mulia,” jawab Nazaruddin.

“Kok bisa rinci, ada jumlahnya semua?” cecar hakim Emilia.

“Iya, yang memberikan si Andi Narogong sama Bu Mustokoweni,” timpal Nazaruddin.

Meski demikian, baik Arif maupun Mekeng sama-sama membantah soal penerimaan uang proyek e-KTP seperti yang disebut dalam BAP Nazaruddin. Arif disebut menerima uang sebesar USD 108 ribu, sedangkan Mekeng USD 1,4 juta.

Arif mengaku tak tahu menahu soal anggaran e-KTP, sementara Mekeng menyebut Nazaruddin berhalusinasi dan berkhayal terkait penerimaan uang proyek e-KTP.

Sebelumnya pada sidang Kamis (8/2) lalu, Novanto mengaku mendapat laporan dari mantan anggota Komisi II DPR almarhum Mustokoweni dan Ignatius Mulyono, serta mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Hanura Miryam S Haryani dan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong terkait penerimaan uang ke sejumlah anggota DPR.

“Ketiga waktu Andi ke rumah saya itu sampaikan telah berikan uang ke teman-teman komisi II dan Banggar. Dan (pemberian) untuk Ganjar sekitar bulan September jumlah USD 500 ribu. Nah itu disampaikan ke saya,” jelas Novanto. (Fajar/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *