Video dan Foto Viral PKI Latihan Perang, Hoax!

0 Komentar

JAKARTA – Sebuah video dan foto tengah viral di jagat maya. Foto dan video itu memperlihatkan sekelompok tentara sedang bergelirya di tengah hutan. Nampak juga terlihat bendera palu artit sebagai lambang Komunis.

Rilis hasil riset yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pun bisa jadi bahan hoaks.

Pelakunya yang menyebarnya? Siapa lagi kalau bukan blog-blog pemburu klik dan iklan online.

Salah satu blog yang eksis menyebarkan hoax mengenai PKI adalah id-portal-politik.blogspot.co.id. Pada 17 Februari lalu, blog tersebut membuat tulisan berjudul, ”Keturunan PKI, Baik Anak-Anak maupun Wanita, Akan Dilatih untuk Perang”.

Sebagaimana perilaku khas blog clickbait, judul itu tak akan ditemukan dalam tubuh tulisan.

Tak ada sama sekali penjelasan keturunan PKI akan dilatih perang. Yang ada hanyalah paparan SMRC.

Tulisan dalam blog id-portal-politik hanyalah hasil copy paste dari berita Tribunnews.com.

Berita yang dibuat Tribun berjudul, ”5 Fakta Isu Kebangkitan PKI Menurut Survei SMRC, Mencengangkan”.

Agar mengesankan orang yang membaca link judul tulisannya, pengelola blog id-portal-politik menyelipkan sebuah foto.

Dalam foto tersebut, terlihat beberapa orang. Ada lelaki dan perempuan yang memanggul senjata.

Sepertinya mereka berlatih perang. Orang-orang itu menggunakan atribut berlogo partai komunis.

Tapi, jangan takut, potret tersebut bukanlah penampakan di Indonesia. Foto itu merupakan aktivitas komunisme di Filipina.

Gambar tersebut aslinya dipotret Dondi Tawatao dan dipublikasikan situs Getty Images.

Dondi merupakan jurnalis foto dari Manila. Dia menjadi fotografer untuk Reuters, Getty Images, dan The New York Times.

Foto itu menggambarkan sebuah peleton pejuang gerilya dari Komando Daerah Chadli Molintas saat memperingati ulang tahun ke-48 Tentara Rakyat Baru (NPA).

Saat itu mereka mengadakan acara di sebuah kamp di dataran tinggi tersembunyi di Filipina, 2 April 2017. NPA merupakan sayap bersenjata Partai Komunis Filipina (CPP).

Mereka melakukan perang gerilya yang berkepanjangan selama 48 tahun.

Foto NPA termasuk paling sering digunakan untuk hoax soal kebangkitan PKI.

Pada 2017 lalu, Jawa Pos juga menemukan hoaks dengan foto yang sama. Ketika itu, foto NPA digunakan untuk menyebarkan isu impor senjata.(gun/c22/fat/jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...