Warga Mengeluh Gatal di Dada, Beha Impor Diduga Berbakteri

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Warga Korong Pasabalai, Nagari Gunung Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat berinisial D mengantarkan bra atau beha impor miliknya ke Puskesmas Padang Alai, Senin (19/2/2018). Dia curiga pakaian dalam tersebut menyebabkan nyeri dan gatal di buah dada.

Sebelum ke puskesmas, D menemukan cairan aneh berbungkus plastik di dalam bra miliknya. Kutang itu dibelinya di pasar sebulan lalu. Sejak menggunakannya, D kerap merasakan nyeri dan gatal pada buah dadanya.

Dia pun mencurigai ada yang aneh dari branya itu, apalagi setelah melihat sejumlah postingan Facebook, bahwa terdapat bra impor yang dimasukkan cairan bakteri berbungkus plastik. Dia pun langsung membuktikan dengan merobek bagian cup bra miliknya itu. Ternyata, D memang menemukan adanya cairan serupa dalam bra tersebut.

Untuk memastikan, dia langsung mengantarkan bra itu ke Puskesmas Padang Alai. D cemas, bra yang digunakannya selama ini berdampak buruk terhadap kesehatan buah dadanya.

“Warga (D) mengantarkan bra beserta cairan mencurigakan ini kepada kami pukul 09.00 tadi (kemarin). Bra ini diantarkan sudah dalam keadaan robek bagian cup dalamnya,” ujar Kepala Puskesmas Padang Alai, Siskawati, Senin (19/2).

Dugaan sementara, imbuh Siskawati, cairan berbungkus plastik yang ditemukan D itu adalah bakteri. Namun untuk membuktikan dugaan tersebut, pihaknya akan mengantarkan ke dinas terkait.

“Korban masih dalam pengawasan kami. Sebab, kami belum bisa memastikan cairan yang ditemukan dalam bra itu. Setidaknya, ini upaya kami agar korban bisa dikontrol kondisi kesehatan yang dikeluhkannya,” ujar Siskawati.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman, Aspinuddin mengatakan, pihaknya akan mengambil sampel bra yang diduga mengandung cairan bakteri itu, untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang.

Jika hasil pemeriksaannya memang ditemukan adanya zat kimia atau bakteri berbahaya, barulah pihaknya mengambil tindakan pembersihan di pasaran. “Kami harus tes laboratorium dulu di BPOM untuk memastikan apa sebenarnya kandungan cairan mencurigakan yang ditemukan dalam bra itu. Jadi belum bisa kami bahas masalah tindak lanjut ke depannya sebelum ada hasil uji laboratorium,” kata Aspinuddin. (*/padang ekspres)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...